RUU Polri Masuk Tahap Krusial, DPR dan Pemerintah Bahas Perpanjangan Usia Pensiun Pekan Depan
JAKARTA Komisi III DPR RI bersama pemerintah akan melanjutkan pembahasan Revisi UndangUndang (RUU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisia
NASIONAL
BITVONLINE.COM– Pada Agustus 1999, Vladimir Putin diangkat sebagai Perdana Menteri Federasi Rusia. Beberapa bulan kemudian, tepatnya menjelang tahun 2000, Putin menggantikan presiden Rusia yang sedang sakit, Boris Yeltsin. Saat itu, banyak pihak di Eropa dan Amerika Serikat yang memandang Putin sebagai sosok yang mampu memulihkan ketertiban di Rusia setelah ketegangan yang terjadi selama dekade 1990-an.
Presiden Amerika Serikat (AS) George W. Bush, setelah bertemu Putin pada Juni 2001, menggambarkan Putin sebagai seorang yang lugas dan dapat dipercaya. “Saya bisa memahami jiwanya: seorang pria yang sangat berkomitmen terhadap negaranya dan demi kepentingan terbaik negaranya,” ujar Bush. Putin pun mengungkapkan niat Rusia untuk menjalin kemitraan keamanan dengan Uni Eropa dan bahkan membuka kemungkinan untuk bergabung dengan NATO, sebuah gagasan yang sempat menarik perhatian negara-negara Barat.Pada 2004, Kanselir Jerman Gerhard Schröder menyebut Putin sebagai “demokrat sejati,” meskipun di dalam negeri Putin dikenal menekan oposisi dan media. Namun, pada tahun 2006, sikap Putin mulai berubah. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat dan Uni Eropa belum mengakui Rusia sebagai kekuatan besar, sambil mengkritik perluasan NATO yang mencakup negara-negara Eropa Tengah dan Timur.
Kebijakan luar negeri Rusia semakin tegang pada 2008, ketika Rusia mengintervensi Georgia dan menguasai wilayah Ossetia Selatan serta Abkhazia. Keputusan tersebut semakin mempersulit hubungan Rusia dengan Barat. Pada 2014, setelah Revolusi Maidan di Ukraina, Putin melakukan aneksasi atas Semenanjung Krimea dan menduduki sebagian wilayah timur Ukraina dengan dukungan kelompok separatis pro-Kremlin.
Konflik Ukraina semakin intensif pada tahun 2022, saat Rusia melakukan invasi besar-besaran. Amerika Serikat dan Uni Eropa memberikan sanksi keras terhadap Rusia, dengan Presiden AS Joe Biden menyebut Putin sebagai “penjahat perang” dan “diktator pembunuh.” NATO kini menilai Rusia di bawah Putin sebagai ancaman utama terhadap keamanan dan stabilitas kawasan Euro-Atlantik. Uni Eropa pun mempercepat upaya untuk mengurangi ketergantungannya pada energi dari Rusia.Setelah 25 tahun memimpin, Putin kini dianggap sebagai penguasa otokratis yang berusaha memperluas pengaruh Rusia dengan cara yang agresif. NATO kini bersiap menghadapi tantangan baru di tengah ancaman perang yang terus meningkat.
(CHRISTIE)
JAKARTA Komisi III DPR RI bersama pemerintah akan melanjutkan pembahasan Revisi UndangUndang (RUU) Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisia
NASIONAL
MEDAN Universitas Sumatera Utara (USU) membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengajukan banding terkait penetapan Uang Kuliah Tunggal
PENDIDIKAN
MEDAN Tim Nasional Vietnam untuk sementara di babak pertama unggul 20 melawan Myanmar dalam laga Piala AFF U19 tahun 2026 di Stadion Uta
OLAHRAGA
PEMATANGSIANTAR Dugaan praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di K
PEMERINTAHAN
MEDAN Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan putusan bebas terhadap Askani dan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan kondisi ekonomi dan fiskal Indonesia kepada lembaga pemeringkat internasional S&P
EKONOMI
JAKARTA Sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, kembali berlanjut di Pengadilan Militer II08 Jakarta. O
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan Kamis (4/6/2026). IHSG ditutup melemah 101,28 poin atau 1,70
EKONOMI
JAKARTA Hasil survei terbaru Poltracking Indonesia menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) men
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah resmi menyepakati rencana kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) MinyaKita menyusul lonjakan harga minyak sawit mentah a
EKONOMI