Bukan Sekadar Pangkat, Ini Pesan Prabowo untuk 1.177 Perwira Baru TNI-Polri
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengingatkan 1.177 Perwira Remaja TNI dan Polri bahwa pelantikan yang mereka jalani bukan sekadar sere
NASIONAL
bitvonline.com -Setelah kelangkaan tabung gas LPG 3 kg yang meresahkan banyak warga di warung dan pengecer, pemerintah telah menunjuk PT Pertamina (Persero) untuk mengubah sejumlah warung menjadi sub pangkalan. Tujuannya agar warung tersebut dapat mendapatkan stok LPG 3 kg langsung dari pangkalan dan mendistribusikannya kembali ke masyarakat pengguna akhir dengan cara yang lebih teratur dan sesuai target.
Namun, perubahan ini rupanya belum sepenuhnya berjalan mulus. Beberapa pemilik warung, seperti yang dialami oleh Endang, pemilik warung di Citayam, Kabupaten Bogor, mengaku kebingungan dan belum bisa mendaftar menjadi sub pangkalan. Menurut Endang, warungnya masih belum terdaftar sebagai sub pangkalan karena dirinya tidak tahu cara mengurus izin pendaftaran online melalui aplikasi yang disediakan oleh Pertamina.
"Belum ada gas LPG (3 Kg) masih kosong, ini belum daftar mas," kata Endang, saat ditemui kumparan di warungnya, Sabtu (8/2). Ia menjelaskan bahwa dirinya belum sempat mendaftar karena tidak ada yang membantu dalam proses pendaftaran melalui sistem online, dan kini ia masih menunggu anaknya untuk membantu mendaftarkannya.
Akibat belum menjadi sub pangkalan, warga sekitar warung Endang terpaksa membeli LPG 3 kg ke pangkalan resmi. Di Pangkalan Umroh LPG 3 kg yang terletak di Jalan Bojonggede-Pabuaran, Citayam, Kabupaten Bogor, pembeli terlihat antre sejak pagi, meskipun truk yang mengangkut tabung gas baru tiba pukul 12:00 WIB. Salah seorang pembeli mengungkapkan, "Ngantre LPG (3 kg) ini, soalnya ada beberapa warung belum ada stok LPG ini. Makanya kita antre lagi di pangkalan."
Harga LPG 3 kg di pangkalan tersebut sedikit lebih tinggi, yakni Rp 19.000 per tabung, dibandingkan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 18.700, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Bogor Nomor 500.2/250/kpts/per-UU/2023.
Namun, di sisi lain, ada warung yang telah berhasil mengubah statusnya menjadi sub pangkalan dan berhasil mendapatkan stok LPG 3 kg secara teratur. Yati, pemilik toko kelontong yang terletak sekitar 3 km dari warung Endang, berhasil menjadi sub pangkalan dan kini dapat menjual LPG 3 kg dengan harga Rp 20.000 per tabung. Menurut Yati, harga tersebut sedikit lebih mahal, namun ia menjamin ketersediaan stok yang lebih terjamin.
"Di sini Rp 20.000, masih banyak kok tenang (stok LPG 3 kg)," jelas Yati kepada kumparan. Ia juga mengingatkan pembeli agar membawa KTP untuk membeli LPG 3 kg. Data pembeli tersebut akan dicatat secara manual oleh Yati, dan kemudian dimasukkan ke dalam sistem online oleh anggota keluarganya yang membantu.
Langkah pemerintah untuk mengubah warung menjadi sub pangkalan diharapkan bisa memastikan ketersediaan LPG 3 kg yang lebih merata dan tepat sasaran. Namun, masih ada tantangan bagi beberapa warung yang kesulitan memahami proses digitalisasi pendaftaran melalui sistem online.
(kp/n14)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengingatkan 1.177 Perwira Remaja TNI dan Polri bahwa pelantikan yang mereka jalani bukan sekadar sere
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto resmi melantik 1.177 perwira TNI dan Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7/2026). Dalam kesempa
NASIONAL
DELI SERDANG Polisi mengungkap penyebab pecahnya kaca rumah dinas Wakil Bupati Deli Serdang, Sumatera Utara, Lom Lom Suwondo, yang sebel
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kabupaten Batu Bara sukses memukau ribuan pengunjung pada Malam Pesona Seni dan Budaya di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami kenaikan pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Harga emas Antam yang dij
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Rabu (22/7/2026) dengan penguatan signifikan. Hingga pukul 09.26 WIB, i
EKONOMI
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memperkenalkan lima pejabat tinggi baru untuk memperkuat struktur organisasi di tengah proses pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Naniek Sudaryati Deyang, mengungkap alasan memilih menjalani pengobatan penyakit jantun
KESEHATAN
MEDAN Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Sumatera Utara mengungkap dugaan sementara penyebab ledakan yang menghancurkan sebuah rum
PERISTIWA
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Rabu (22/7/2026). Pengunduran di
NASIONAL