BREAKING NEWS
Minggu, 07 Juni 2026

Pendaftaran Sub Pangkalan LPG 3 Kg Tersendat, Banyak Warung Belum Paham Sistem Digital

Redaksi - Sabtu, 08 Februari 2025 16:36 WIB
Pendaftaran Sub Pangkalan LPG 3 Kg Tersendat, Banyak Warung Belum Paham Sistem Digital
Pangkalan gas 3kg
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

bitvonline.com -Setelah kelangkaan tabung gas LPG 3 kg yang meresahkan banyak warga di warung dan pengecer, pemerintah telah menunjuk PT Pertamina (Persero) untuk mengubah sejumlah warung menjadi sub pangkalan. Tujuannya agar warung tersebut dapat mendapatkan stok LPG 3 kg langsung dari pangkalan dan mendistribusikannya kembali ke masyarakat pengguna akhir dengan cara yang lebih teratur dan sesuai target.

Namun, perubahan ini rupanya belum sepenuhnya berjalan mulus. Beberapa pemilik warung, seperti yang dialami oleh Endang, pemilik warung di Citayam, Kabupaten Bogor, mengaku kebingungan dan belum bisa mendaftar menjadi sub pangkalan. Menurut Endang, warungnya masih belum terdaftar sebagai sub pangkalan karena dirinya tidak tahu cara mengurus izin pendaftaran online melalui aplikasi yang disediakan oleh Pertamina.

"Belum ada gas LPG (3 Kg) masih kosong, ini belum daftar mas," kata Endang, saat ditemui kumparan di warungnya, Sabtu (8/2). Ia menjelaskan bahwa dirinya belum sempat mendaftar karena tidak ada yang membantu dalam proses pendaftaran melalui sistem online, dan kini ia masih menunggu anaknya untuk membantu mendaftarkannya.

Akibat belum menjadi sub pangkalan, warga sekitar warung Endang terpaksa membeli LPG 3 kg ke pangkalan resmi. Di Pangkalan Umroh LPG 3 kg yang terletak di Jalan Bojonggede-Pabuaran, Citayam, Kabupaten Bogor, pembeli terlihat antre sejak pagi, meskipun truk yang mengangkut tabung gas baru tiba pukul 12:00 WIB. Salah seorang pembeli mengungkapkan, "Ngantre LPG (3 kg) ini, soalnya ada beberapa warung belum ada stok LPG ini. Makanya kita antre lagi di pangkalan."

Harga LPG 3 kg di pangkalan tersebut sedikit lebih tinggi, yakni Rp 19.000 per tabung, dibandingkan dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah sebesar Rp 18.700, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Bogor Nomor 500.2/250/kpts/per-UU/2023.

Namun, di sisi lain, ada warung yang telah berhasil mengubah statusnya menjadi sub pangkalan dan berhasil mendapatkan stok LPG 3 kg secara teratur. Yati, pemilik toko kelontong yang terletak sekitar 3 km dari warung Endang, berhasil menjadi sub pangkalan dan kini dapat menjual LPG 3 kg dengan harga Rp 20.000 per tabung. Menurut Yati, harga tersebut sedikit lebih mahal, namun ia menjamin ketersediaan stok yang lebih terjamin.

"Di sini Rp 20.000, masih banyak kok tenang (stok LPG 3 kg)," jelas Yati kepada kumparan. Ia juga mengingatkan pembeli agar membawa KTP untuk membeli LPG 3 kg. Data pembeli tersebut akan dicatat secara manual oleh Yati, dan kemudian dimasukkan ke dalam sistem online oleh anggota keluarganya yang membantu.

Langkah pemerintah untuk mengubah warung menjadi sub pangkalan diharapkan bisa memastikan ketersediaan LPG 3 kg yang lebih merata dan tepat sasaran. Namun, masih ada tantangan bagi beberapa warung yang kesulitan memahami proses digitalisasi pendaftaran melalui sistem online.

(kp/n14)

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru