BREAKING NEWS
Senin, 16 Maret 2026

Erick Thohir: 47 BUMN Akan Bergabung dengan Badan Pengelola Investasi Danantara

Abyadi Siregar - Sabtu, 01 Maret 2025 14:45 WIB
Erick Thohir: 47 BUMN Akan Bergabung dengan Badan Pengelola Investasi Danantara
Menteri BUMN, Erick Thohir
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA -Menteri BUMN, Erick Thohir, menegaskan bahwa sebanyak 47 BUMN akan bergabung dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, yang saat ini sudah mengelola aset dari tujuh BUMN besar.

Ketujuh BUMN tersebut antara lain Pertamina, PLN, BRI, BNI, Bank Mandiri, Telkom, dan MIND ID.

Erick mengungkapkan bahwa transformasi total dalam pengelolaan BUMN sangat penting untuk mendukung kemajuan bangsa.

Menurutnya, langkah bersih-bersih BUMN harus dilakukan secara menyeluruh, tidak setengah-setengah.

"Jika kita ingin melakukan transformasi besar dan mendukung perubahan negara ini, itu tidak bisa dilakukan secara setengah-setengah. Semua BUMN harus menjadi satu entitas dalam manajemen aset yang terintegrasi," ungkap Erick saat ditemui di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Sabtu (1/3/2025).

Meskipun 47 BUMN akan berada di bawah payung Danantara, Erick menegaskan bahwa Kementerian BUMN tetap memiliki peran penting dalam mengawasi operasional dan integritas perusahaan pelat merah, termasuk menangani kasus korupsi dan menyetujui rencana kerja.

Pengawasan tetap dilakukan untuk memastikan kewajiban terhadap layanan publik, seperti subsidi dan kompensasi, tetap terjaga dengan baik.

Lebih lanjut, Erick menjelaskan bahwa BUMN memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian negara, dengan total profit yang mencapai Rp 310 triliun.

"Jika BUMN korup, angka profit sebesar itu tidak mungkin tercapai. Jadi, pengelolaan yang baik dan transparan harus terus dijaga," ujarnya.

Danantara, sebagai lembaga pengelola investasi, akan mengelola aset BUMN secara bertahap hingga mencapai nilai sekitar US$ 900 miliar.

Erick menyatakan hubungan yang baik dengan pihak Danantara, seperti yang dijalin dengan Pak Rosan, yang juga memiliki pengalaman di Kementerian BUMN.

(dc/a)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru