Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
JAKARTA -Menteri Hukum dan HAM, Supratman Andi Agtas, menghadapi aksi protes mahasiswa yang menolak RUU Tentara Nasional Indonesia (TNI) di depan gerbang Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (19/3/2025).
Dalam audiensi tersebut, Supratman mengungkapkan bahwa ia akan mengkomunikasikan aspirasi massa aksi kepada pemerintah dan DPR.
Aksi protes dimulai ketika perwakilan mahasiswa dari Universitas Trisakti menyampaikan kekhawatiran bahwa pemerintah berupaya mengembalikan dwifungsi ABRI, yang sebelumnya dibatasi melalui reformasi.
Mereka menegaskan bahwa tujuan reformasi adalah untuk memperkuat supremasi sipil dan menghindari peran militer yang berlebihan dalam pemerintahan.
"Hari ini DPR dan Kementerian Pertahanan mencoba mengembalikan dwifungsi tersebut," ujar perwakilan mahasiswa, menekankan pentingnya supremasi sipil dalam sistem pemerintahan Indonesia.
Supratman, yang awalnya tidak berniat untuk duduk bersama anggota DPR dengan massa aksi, menyatakan akan tetap menampung dan mendengar aspirasi mereka.
"Saya sebagai Menteri Hukum akan berkomunikasi dengan pemerintah, pimpinan DPR, dan anggota Komisi I mengenai aspirasi ini," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut, anggota Komisi XIII DPR, Vita Ervina, juga bergabung untuk membantu menjembatani komunikasi antara massa aksi dan pimpinan DPR.
"Kami akan mengkomunikasikan tuntutan ini kepada pimpinan kami yang berwenang," jelasnya.
Selain itu, massa aksi meminta Supratman untuk membacakan press release yang berisi penolakan terhadap RUU TNI.
Dalam press release yang dibacakan oleh Supratman, mahasiswa menegaskan bahwa revisi undang-undang ini berpotensi melemahkan supremasi sipil, membuka peluang kembalinya dwifungsi ABRI, dan dapat menurunkan kualitas demokrasi di Indonesia.
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Seorang pengemudi mobil, Sapriadi (47), diamuk warga setelah diduga meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota P
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat emosional saat berdebat dengan petugas Badan Nasional P
PERISTIWA
SURABAYA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politi
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kegiatan Transformasi HKBP yang digelar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP
PEMERINTAHAN
DAIRI Polisi mengungkap alasan RS, 52 tahun, yang diduga menganiaya dua anak berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, di Kabupaten Dair
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menjelaskan alasan AKP Fadlun Al Fitri tidak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) meski t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL