BREAKING NEWS
Jumat, 01 Mei 2026

UGM Bantah Tuduhan Pemalsuan Ijazah dan Skripsi Jokowi, Tegaskan Semua Fakta Terkait Keaslian Dokumen

Adelia Syafitri - Sabtu, 22 Maret 2025 18:10 WIB
UGM Bantah Tuduhan Pemalsuan Ijazah dan Skripsi Jokowi, Tegaskan Semua Fakta Terkait Keaslian Dokumen
Fotokopi ijazah S1 Kehutanan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

YOGYAKARTA -Universitas Gadjah Mada (UGM) menanggapi tuduhan yang dilontarkan oleh mantan dosen Universitas Mataram, Rismon Hasiholan Sianipar, terkait keaslian ijazah dan skripsi Presiden Republik Indonesia ke-7, Joko Widodo (Jokowi), yang berkuliah di UGM.

Pihak UGM dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan mengklarifikasi semua fakta yang ada.

Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta, menyatakan kekecewaannya terhadap beredarnya informasi yang dianggap menyesatkan itu.

Sigit menegaskan bahwa sebagai akademisi, Rismon seharusnya menyajikan informasi yang benar, berdasarkan fakta dan metode penelitian yang valid.

"Kita sangat menyesalkan informasi menyesatkan yang disampaikan oleh seorang dosen yang seharusnya bisa mencerahkan dan mendidik masyarakat dengan informasi yang bermanfaat," ungkap Sigit, seperti dilansir dari situs UGM.

Rismon sebelumnya meragukan keaslian dokumen tersebut, dengan fokus pada penggunaan font Times New Roman pada lembar pengesahan dan sampul skripsi Jokowi, yang menurutnya tidak lazim digunakan pada era 1980-an hingga 1990-an.

Menanggapi hal itu, Sigit menjelaskan bahwa pada masa tersebut, penggunaan font serupa sudah umum digunakan, dan mahasiswa sering mencetak dokumen mereka di percetakan sekitar kampus, seperti di percetakan Prima dan Sanur.

Sigit juga menanggapi tuduhan mengenai nomor seri ijazah Jokowi yang dianggap tidak sesuai standar.

Menurutnya, pada masa itu, Fakultas Kehutanan UGM memang memiliki kebijakan khusus dalam sistem penomoran ijazah yang berlaku untuk semua lulusan, termasuk Jokowi.

"Fakta adanya mesin percetakan di Sanur dan Prima juga seharusnya diketahui oleh yang bersangkutan karena dia juga kuliah di UGM," tegas Sigit.

Senada dengan itu, Ketua Senat Fakultas Kehutanan UGM, San Afri Awang, turut mengklarifikasi bahwa tuduhan terhadap keaslian ijazah dan skripsi Jokowi sangat tidak berdasar.

Ia mengenang bagaimana mahasiswa saat itu biasa mencetak sampul skripsi di percetakan terkenal di sekitar kampus.

"Saya masih ingat waktu saya buat cover (skripsi), lari ke Prima. Di zaman itu sudah ada tempat cetak sampul yang terkenal, Prima dan Sanur," ujarnya.

Lebih lanjut, Frono Jiwo, teman seangkatan Jokowi di Fakultas Kehutanan UGM, juga membantah tuduhan tersebut.

Ia menegaskan bahwa tampilan ijazahnya serupa dengan milik Jokowi, termasuk font dan tanda tangan pejabat universitas pada saat itu.

"Ijazah saya bisa dibandingkan dengan ijazahnya Pak Jokowi. Semua sama kecuali nomor kelulusan," kata Frono.

Guru Besar Hukum Pidana UGM, Marcus Priyo Gunarto, menilai tuduhan yang dilontarkan Rismon tidak memiliki dasar hukum yang kuat.

Marcus menjelaskan bahwa dalam hukum pidana, pemalsuan dapat dikategorikan dalam dua bentuk: membuat dokumen palsu dari awal dan memalsukan dokumen yang sudah ada.

Ia menegaskan bahwa Jokowi memang pernah diwisuda, dan ada berita acara yang menunjukkan peristiwa tersebut, yang dapat dibuktikan di Fakultas Kehutanan UGM.

Marcus menambahkan, tuduhan bahwa UGM sengaja melindungi Jokowi demi kepentingan pribadi sangat tidak tepat dan gegabah.

"Jika ada dugaan bahwa UGM melakukan perlindungan hanya untuk kepentingan Joko Widodo, itu sangat salah dan gegabah," tandasnya.

UGM pun berharap agar masyarakat dapat menerima klarifikasi yang diberikan dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak akurat terkait dengan keaslian dokumen tersebut.

(lp/a)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru