Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ia menambahkan, acara perpisahan sebaiknya dilaksanakan secara sederhana di sekolah.
Alternatifnya, siswa bisa mengadakan pertunjukan seni tanpa mengundang band mahal yang biayanya fantastis.
"Enggak usah panggil band Rp200 juta. Nanti orang tua pinjam ke bank emok (rentenir). Itu kan yang terjadi," ujar Dedi.
Debat ini menuai beragam reaksi dari masyarakat.
Ada yang mendukung keberanian Aura, ada pula yang menilai kebijakan Dedi patut diapresiasi karena memperhatikan beban ekonomi keluarga.
"Orang tua yang lain itu menyambut gembira ketika wisuda dihapus. Tapi ya ada juga yang menolak, dan itu wajar," ujarnya.
Dedi menekankan bahwa kritik adalah bagian dari demokrasi, dan tugas pemimpin adalah mengarahkan diskusi agar berbasis hukum dan nilai sosial.*
(tm/a008)
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.