Pendataan Perlinsos Medan Baru 37 Persen, Rico Waas Harap Masa Pendataan Diperpanjang
MEDAN Pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kota Medan belum mencapai separuh dari total keluarga yang menjadi sasaran. Hingga Se
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan akar masalah kekurangan dokter spesialis di Indonesia.
Dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Gedung DPR RI, Selasa (29/4/2025), Menkes Budi menyoroti sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia yang dinilainya tidak adil dan hanya terjangkau oleh kalangan mampu.
Menurut Budi, salah satu penyebab utama minimnya jumlah dokter spesialis adalah karena proses pendidikan yang sangat mahal dan menuntut calon peserta berhenti bekerja selama masa pendidikan.
"Mereka itu umumnya sudah berkeluarga, sudah bekerja sebagai dokter, sudah ada income. Tapi ketika ingin jadi spesialis, harus berhenti bekerja dan belajar empat tahun tanpa pendapatan," jelas Budi.
Ia menambahkan, dengan sistem seperti itu, hanya anak orang kaya yang mampu bertahan.
"Itu yang menyebabkan dokter spesialis anak orang kaya, karena kalau bukan anak orang kaya, mana mungkin bisa hidup?" tambahnya.
Lebih lanjut, Menkes Budi mengkritik uang pangkal pendidikan dokter spesialis yang bisa mencapai ratusan juta rupiah serta uang kuliah per semester yang juga tidak sedikit.
Hal ini berbeda dengan negara lain, di mana calon dokter spesialis bisa langsung bekerja di rumah sakit dan meningkatkan kompetensi tanpa harus membayar biaya besar.
"Di luar negeri tidak ada uang pangkal ratusan juta. Mereka langsung cari tempat kerja di rumah sakit, dapat gaji sambil meningkatkan keahlian. Selesai, langsung bisa praktik sebagai spesialis," jelas Budi.
Sebagai solusi, Kementerian Kesehatan kini telah membuka pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based) sejak Agustus 2024.
Program ini memungkinkan calon spesialis untuk tetap bekerja sambil menjalani pendidikan, sehingga lebih inklusif dan tidak membebani secara finansial.
Program ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan tenaga dokter spesialis, terutama di daerah-daerah yang selama ini sangat kekurangan.
"Pendidikan profesi dokter spesialis di rumah sakit sekarang sudah kita mulai. Ini untuk menjawab persoalan sistem yang kita anggap terlalu mahal dan eksklusif," tegas Budi.
Sebagai pembanding, Budi mengungkap bahwa Inggris mampu mencetak hingga 6.000 dokter spesialis per tahun, sementara Indonesia hanya 2.700, meski jumlah penduduk Indonesia lima kali lebih besar.
"Produksi kita baru sepertiga dari Inggris. Sistem kita ini memang satu-satunya di dunia, dan itu bukan keunggulan," tutupnya.*
(tm/a008)
MEDAN Pendataan Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kota Medan belum mencapai separuh dari total keluarga yang menjadi sasaran. Hingga Se
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta sekolahsekolah di Kabupaten Karo meningkatkan kewaspadaan menyusul erupsi Gunung S
PERISTIWA
JAKARTA Pengusaha Jhon LBF menepati janjinya membantu presenter Ruben Onsu yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan pengge
ENTERTAINMENT
JAKARTA Kejaksaan Agung Republik Indonesia mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp22,1 triliun untuk tahun anggaran 2027. Usulan itu di
HUKUM DAN KRIMINAL
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tingkat Kabupaten Asahan Tahun 2026 di Masjid H. Agung
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) terus mendorong pengembangan transportasi massal sebagai bagian dari upaya memp
PEMERINTAHAN
MEDAN Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan dan Sekretariat DPRD Kota Medan memperkuat kerja sama di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Dat
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pengadilan Negeri (PN) Medan menjatuhkan vonis bebas terhadap empat terdakwa dalam perkara korupsi sepanjang Agustus 2026. Putusan
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dewan Pengurus Pusat (DPP) Rakyat Aktivis Jalanan (RAJA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumat
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Sumatera Utara mencatat masih terdapat satu titik kebakaran hutan dan lahan (
PERISTIWA