Komisi XIII DPR Rapat dengan Menteri HAM, Bahas Optimalisasi P5HAM
JAKARTA DPR RI melalui Komisi XIII menggelar rapat kerja dengan Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, di kompleks parlemen, Senayan
NASIONAL
JAKARTA -Presiden Prabowo Subianto memberikan penghormatan khusus kepada pejuang generasi muda Angkatan 1945 dalam acara halalbihalal bersama Purnawirawan dan Keluarga Besar TNI-Polri di Balai Kartini, Jakarta, pada Selasa (6/5/2025).
Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya nilai-nilai keprajuritan dan semangat kepemimpinan muda yang diwariskan oleh generasi pejuang di era merebut kemerdekaan Indonesia.
Ia menegaskan bahwa hidup para prajurit yang telah mengabdikan diri untuk bangsa dan negara bukan lagi milik mereka sendiri, melainkan dipersembahkan untuk kemajuan dan kemerdekaan Indonesia.
"Kita sebagai purnawirawan diajarkan sejak muda sebagai prajurit bahwa hidup kita bukan lagi milik kita sendiri, melainkan telah dipersembahkan untuk negara, bangsa, dan rakyat," kata Prabowo dalam pidatonya yang dikutip dari Antara.
Presiden Prabowo juga mengungkapkan bagaimana dirinya dan rekan-rekannya mendapatkan pengalaman langsung digembleng oleh para tokoh angkatan 45. Ia mengakui bahwa menjadi bagian dari generasi tersebut adalah sebuah keberuntungan yang mendalam baginya.
Angkatan 45, menurut Prabowo, bukan hanya terdiri dari prajurit bersenjata, tetapi juga kelompok-kelompok nonmiliter yang turut serta dalam perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia.
"Angkatan 45 adalah generasi yang memimpin perebutan kemerdekaan kita, dengan patriotisme yang berkobar dan kepercayaan diri luar biasa, berani menghadapi kekuatan besar dunia saat itu," ujar Prabowo.
Dalam pidatonya, Presiden juga memberikan penghormatan kepada pemuda-pemuda angkatan 45 yang tampil di garis depan perjuangan pada usia yang sangat muda.
Ia mencontohkan Panglima Besar Jenderal Sudirman, yang memimpin TNI pada usia 29 tahun, serta Ignatius Slamet Riyadi yang memimpin brigade pada usia 22 tahun.
"Generasi ini membuktikan bangsa Indonesia tidak mau dijajah, tidak mau jadi bangsa kuli atau bangsa yang lemah. Mereka berani mengambil sikap di tengah keterbatasan, tanpa anggaran, tanpa organisasi yang kuat, bahkan dengan senjata yang direbut dari penjajah," jelasnya.
Pidato penuh semangat ini mendapat sambutan hangat dari para hadirin yang hadir dalam acara tersebut, termasuk Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X.*
(bs/j006)
JAKARTA DPR RI melalui Komisi XIII menggelar rapat kerja dengan Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, di kompleks parlemen, Senayan
NASIONAL
ACEH JAYA Warga Aceh Jaya berduka atas berpulangnya Teungku Nyak Sandang bin Lamudin, tokoh masyarakat yang dikenal luas atas jasanya me
SOSOK
ACEH UTARA Sebelum menjabat Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, sudah memulai pembangunan sebuah masjid di kampung h
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Tim Psychotalk Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Aceh (UNMUHA) melakukan langkah konkret untuk mendukung pendidikan
PENDIDIKAN
JAKARTA Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, sejumlah konglomerat dunia diamdiam mulai berinvestasi di sektor pertanian
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) terus memperkuat tata kelola aset daera
PEMERINTAHAN
ACEH TENGAH Sejumlah desa di lima kecamatan di Aceh Tengah kembali dilanda banjir luapan akibat hujan deras yang mengguyur kawasan terse
PERISTIWA
GAZA Serangan udara kembali dilancarkan Israel Defense Forces (IDF) ke wilayah Jalur Gaza pada Senin, 6 April 2026, di tengah berlangsun
INTERNASIONAL
JAKARTA Istana Kepresidenan merespons santai video viral pengamat politik Saiful Mujani yang menyinggung soal menjatuhkan Presiden Pra
NASIONAL
JAKARTA Pengamat politik Saiful Mujani angkat bicara terkait potongan video viral yang menampilkan dirinya berbicara soal menjatuhkan
POLITIK