RAPBN 2027 Tembus Rp4.097,2 Triliun, Bobby Nasution: Jadi Pedoman Pembangunan Sumut ke Depan
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyaksikan penyampaian pidato Presiden RI Prabowo Subianto terkait R
PEMERINTAHAN
PAPUA -Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua hingga kini masih menjadi ancaman serius bagi keamanan dan ketertiban di wilayah Papua.
Meski telah ditetapkan sebagai kelompok teroris oleh pemerintah sejak 2021, keberadaan mereka belum juga dapat diberantas tuntas oleh aparat keamanan.
KKB yang merupakan bagian dari Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) ini kerap melakukan aksi kekerasan, perusakan, pembunuhan, hingga penyanderaan terhadap warga sipil, personel TNI, dan Polri.
Berikut adalah tiga alasan utama mengapa KKB Papua sulit diberantas secara menyeluruh:
1. Menyamar sebagai Warga Lokal
Brigadir Jenderal Pol Rusdi Hartono, selaku Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas), menyampaikan bahwa tak sedikit anggota KKB yang kerap menyusup dan menyamar sebagai warga sipil untuk menghindari deteksi aparat.
"Kelompok-kelompok ini sering masuk ke penduduk. Menyamar-menyamar dengan penduduk," ungkap Rusdi.
Pola penyamaran ini membuat keberadaan mereka sulit dikenali, sehingga memperumit upaya penangkapan dan pembubaran oleh aparat gabungan TNI-Polri.
2. Mobilitas Tinggi dan Sering Pindah Lokasi
Selain menyamar, kelompok KKB juga dikenal dengan mobilitas tinggi. Mereka kerap berpindah-pindah dari satu lokasi ke lokasi lain yang sulit dijangkau.
"Mereka selalu berusaha bagaimana pengejaran dilakukan oleh aparat keamanan, mereka bisa lolos," ujar Rusdi.
Strategi ini menyebabkan operasi pengejaran harus dilakukan dengan ekstra hati-hati dan memakan waktu lama.
3. Dapat Perlindungan dari Tokoh Lokal
Lebih kompleks lagi, beberapa anggota KKB dilaporkan mendapat perlindungan dari oknum tokoh lokal. Dukungan ini bisa berupa logistik, informasi, hingga perlindungan fisik.
Kondisi ini menciptakan tantangan tambahan bagi TNI-Polri karena harus berhati-hati dalam mengambil langkah, agar tidak memperburuk hubungan dengan masyarakat setempat yang masih rentan.
Konflik bersenjata antara aparat keamanan dan KKB terus berlanjut. Beberapa hari lalu, dua personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2025 gugur dalam kontak senjata di Puncak Jaya.
Sementara itu, Komnas HAM mengecam keras penembakan brutal oleh KKB terhadap tim pencari Iptu Tomi Marbun.
Pemerintah melalui aparat gabungan menyatakan akan terus berkomitmen melakukan operasi penindakan secara tegas namun terukur, demi menciptakan Papua yang aman dan damai.*
(oz/j006)
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyaksikan penyampaian pidato Presiden RI Prabowo Subianto terkait R
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menyaks
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&039ti menjelaskan rencana pembelajaran bahasa asing sejak kelas
NASIONAL
JAKARTA Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) Edward Omar Sharif Hiariej atau Eddy Hiariej mengungkapkan pemerintah tengah menyusun Rancangan U
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengukuhkan 74 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) P
PEMERINTAHAN
PESISIR SELATAN Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mempercepat pemulihan permanen
NASIONAL
ACEH TAMIANG Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera memperkuat koordinasi dengan Pemer
NASIONAL
ACEH SINGKIL Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil mempercepat penyerapan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp21 miliar untuk menduk
NASIONAL
JAKARTA Ketua DPRD Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Juprizal, mengaku tidak mengetahui adanya selisih uang 2.000 Dollar Singapura
NASIONAL
KARO Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permintaan maaf kepada warga Kabupaten Karo, Sumatera Utara, menyusul dugaa
NASIONAL