Pisah Sambut Kapolres Asahan Diwarnai Doa Bersama untuk Korban Gempa Simalungun dan NTT
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar acara temu ramah dan pisah sambut Kapolres Asahan dari AKBP Revi Nurvelani kepada AKBP Adi Dh
PEMERINTAHAN
JAKARTA -Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menyuarakan penolakan terhadap wacana pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada mantan Presiden RI ke-2, Soeharto.
Dalam sebuah diskusi publik bertajuk "Soeharto, Pahlawan atau Penjahat HAM", Anis mempertanyakan kelayakan Soeharto menerima gelar tersebut di tengah sejarah panjang pelanggaran HAM dan penyimpangan konstitusi selama 32 tahun kepemimpinannya.
"Apakah pantas seseorang yang kemudian mendorong kita semua untuk melahirkan reformasi diberikan gelar sebagai pahlawan?" ujar Anis di hadapan para peserta, yang mayoritas adalah aktivis reformasi 1998.
"Pemimpin yang Keluar dari Tujuan Konstitusi"
Anis mengingatkan bahwa gerakan reformasi tahun 1998 lahir karena perlawanan terhadap sistem pemerintahan yang dinilai otoriter dan bertentangan dengan nilai-nilai konstitusi serta Pancasila. Menurutnya, Soeharto justru menciptakan kerusakan struktural yang menjauhkan rakyat dari keadilan sosial.
"(Soeharto) membangun kerusakan-kerusakan yang kemudian makin menjauhkan masyarakat dari keadilan sosial yang dimandatkan di dalam konstitusi dan Pancasila," tegasnya.
Lebih lanjut, Anis menegaskan bahwa pemberian gelar pahlawan tidak bisa dilepaskan dari makna substantif mengenai kontribusi nyata terhadap bangsa dan rakyat.
Ia mengingatkan bahwa banyak pelanggaran HAM berat yang belum terselesaikan hingga saat ini, termasuk penghilangan paksa, pembatasan kebebasan berpendapat, dan represi terhadap aktivis.
"Bagaimana jejak 32 tahun berkuasa dalam hal penegakan HAM, demokrasi, dan kesejahteraan manusia? Ini hal yang paling fundamental dalam kehidupan berbangsa," ucap Anis.
Ia juga menyoroti situasi saat ini yang dinilai sebagai bentuk regresi demokrasi, di mana ruang sipil semakin menyempit dan masyarakat kritis justru dikriminalisasi.
"Orang nulis saja sekarang sudah tidak secure lagi," ungkapnya prihatin.
ASAHAN Pemerintah Kabupaten Asahan menggelar acara temu ramah dan pisah sambut Kapolres Asahan dari AKBP Revi Nurvelani kepada AKBP Adi Dh
PEMERINTAHAN
LABUAN BAJO Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih akan membagi tugas mengikuti upacara peringatan HUT ke81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus
PEMERINTAHAN
PIDIE JAYA Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mempercepat normalisasi muara Sungai Krueng Meureudu untuk memulihkan akses nelayan yang
EKONOMI
TAPAKTUAN Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan mempercepat pemanfaatan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) untuk membenahi infrastruktur dasar
NASIONAL
RUTENG Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 27 gempa bumi susulan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT)
NASIONAL
BANDUNG Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akan bertolak ke Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk meninjau langsung sekaligus mengawasi penanganan
NASIONAL
MEDAN Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan menangkap tiga wanita yang diduga menjadi pengedar narkotika jenis sabu di Deli Serdang, Su
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUAN BAJO Pemerintah mempercepat penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan memprioritaskan evakuasi korban, penya
NASIONAL
JAKARTA Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Najamudin meminta pemerintah pusat menambah dukungan anggaran untuk penanganan dampa
NASIONAL
JAKARTA Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman menilai pengamalan nilainilai Pancasila semakin penting di tengah
NASIONAL