Menyusuri Kebun Melon dan Rumah Tempe Koro, Inisiatif Srikandi Aceh Dukung Pembangunan Ekonomi Lokal
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
JAKARTA -Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), Iwan Kurniawan Lukminto, dalam kasus dugaan korupsi pemberian kredit dari sejumlah bank pelat merah kepada perusahaan tekstil raksasa tersebut.
Pemeriksaan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 18 Juni 2025 pukul 09.00 WIB. Hal ini disampaikan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Harli Siregar, pada Senin (16/6).
"Penyidik sudah menjadwalkan akan melakukan pemeriksaan lanjutan kepada yang bersangkutan pada hari Rabu, tanggal 18 Juni 2025," kata Harli.
Menurut Harli, pemeriksaan lanjutan ini dilakukan karena penyidik masih membutuhkan pendalaman informasi dari Iwan dalam perkara tersebut. Meski begitu, Harli belum bisa memastikan kehadiran Iwan pada jadwal pemeriksaan nanti.
Sebelumnya, Iwan telah menjalani pemeriksaan selama 10 jam pada Selasa (10/6). Ia menyatakan bahwa seluruh dokumen yang diminta penyidik telah diserahkan.
"Sudah komplit semuanya. Kita bawa satu koper full dokumen," ujar Iwan singkat saat itu.
Kasus ini bermula dari pemberian kredit oleh Bank DKI dan Bank BJB kepada Sritex, yang totalnya mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, kredit tersebut diduga diberikan tanpa analisis kelayakan yang memadai serta tidak sesuai prosedur dan ketentuan internal perbankan.
Selain itu, penggunaan dana kredit oleh Sritex juga diduga melenceng dari peruntukan awal. Dana yang semestinya digunakan untuk modal kerja, justru digunakan untuk membayar utang hingga membeli aset non-produktif.
Hingga Oktober 2024, nilai total outstanding kredit yang belum dilunasi oleh Sritex dari berbagai bank mencapai Rp 3,58 triliun. Dari jumlah itu, Kejagung telah menemukan indikasi kerugian negara sementara senilai Rp 692 miliar, yang bersumber dari kredit Bank DKI dan Bank BJB.
Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yaitu:
Iwan Setiawan Lukminto, mantan Direktur Utama Sritex;
Dicky Syahbandinata, mantan Pemimpin Divisi Komersial dan Korporasi Bank BJB tahun 2020;
BANDA ACEH Matahari Kamis pagi (2/4/2026) menyinari Gampong Lam Manyang, Kecamatan Peukan Bada, saat rombongan tiga srikandi Aceh keluar
EKONOMI
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Junara Hutahaean memunculkan kontroversi di persidangan Pengadilan Negeri Medan. Tim penas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai penjaga malam ditemukan tewas di dalam sebuah ruko di Jalan Ring Road, Kecamata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, membantah pernyataan Ammar Zoni dalam pleidoi pribadinya yang menyebut nar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai pekan depan akan melaksanakan pemeriksaan maraton terhadap penyelenggara ibadah haji kh
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dalam rangka mempersiapkan supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Binjai menggelar kegiatan p
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu ha
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat, menyuarakan kemarahan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ka
POLITIK