Koreksi IHSG Terus Berlanjut, Investor Diminta Tetap Rasional di Tengah Eskalasi Geopolitik
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam sepanjang perdagangan Senin (2/3/2026), tertekan oleh eskalasi geopolitik setel
EKONOMI
MEDAN -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa Monsun Australia yang aktif sejak Juni hingga September 2025 menjadi penyebab utama terjadinya musim kemarau di sebagian besar wilayah selatan ekuator Indonesia, khususnya Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramadhani, menjelaskan bahwa Monsun Australia merupakan angin musiman yang berasal dari Benua Australia dan bertiup ke arah utara melewati wilayah Indonesia.
"Angin ini bersifat kering dan cukup dingin karena berasal dari wilayah yang sedang mengalami musim dingin di Australia," ujar Andri di Jakarta, Rabu (2/7).
Dampak dari Monsun Australia dirasakan dalam bentuk cuaca yang lebih kering, suhu malam yang lebih dingin, serta angin kencang, terutama di wilayah pesisir selatan Indonesia.
Potensi Hujan Lebat 2–5 Juli
Meski musim kemarau tengah berlangsung, BMKG juga memprakirakan adanya potensi hujan lebat pada periode 2–5 Juli 2025 di beberapa wilayah Indonesia, termasuk:
Jawa Barat
Jawa Timur
Bali
Sulawesi Selatan
Papua Selatan
Hujan lebat ini terpantau melalui anomali Outgoing Longwave Radiation (OLR) yang menunjukkan nilai negatif, menandakan langit yang tertutup awan dan berpotensi menghasilkan presipitasi tinggi.
"Kondisi ini bisa menyebabkan hujan intensitas sedang hingga lebat secara tiba-tiba di beberapa wilayah," jelas Andri.
Fakta ini terbukti dari hujan deras yang melanda Jakarta pada Rabu sore (2/7), meski di tengah musim kemarau.
Risiko Kekeringan dan Gelombang Tinggi
BMKG turut mengingatkan bahwa cuaca kering berkepanjangan akibat Monsun Australia dapat menimbulkan risiko kekeringan, krisis air bersih, serta gangguan sektor pertanian di daerah-daerah rawan.
Selain itu, angin timuran yang kencang juga meningkatkan risiko gelombang tinggi di wilayah perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara, yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan nelayan.
Imbauan BMKG:
Waspadai potensi hujan lebat dan angin kencang 2–5 Juli
Nelayan dan pelaku pelayaran diminta berhati-hati terhadap gelombang tinggi
Pemerintah daerah diimbau mengantisipasi kekeringan dan kebakaran lahan
BMKG akan terus memperbarui informasi prakiraan cuaca dan mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti update resmi melalui kanal resmi BMKG.*
(km/j006)
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah tajam sepanjang perdagangan Senin (2/3/2026), tertekan oleh eskalasi geopolitik setel
EKONOMI
KISARAN, 2 Maret 2026 Wakil Bupati Asahan Rianto, SH, MAP menghadiri kegiatan Ramadhan Mubarak Berdampak Talk Show dan Festival Religi
PEMERINTAHAN
KISARAN, 2 Maret 2026 Pemerintah Kabupaten Asahan melalui Dinas Koperasi, Perdagangan dan Perindustrian bekerja sama dengan Perwakilan B
EKONOMI
AIR BATU, 2 Maret 2026 Wakapolda Sumatera Utara Brigjen Pol. Sonny Irawan meresmikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
PEMERINTAHAN
MADINA Upaya penertiban tambang emas ilegal di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, berujung ketegangan. Tim gabungan Direktorat
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Cuaca di sebagian besar wilayah Aceh pada hari ini diprakirakan didominasi kondisi berawan. Meski demikian, hujan ringan dan
NASIONAL
MEDAN Cuaca di sebagian besar wilayah Sumatera Utara pada hari ini diprakirakan didominasi hujan ringan dengan suhu udara bervariasi ant
NASIONAL
JAKARTA Cuaca di seluruh wilayah DKI Jakarta pada hari ini diprakirakan didominasi hujan dengan intensitas ringan. Suhu udara relatif ha
NASIONAL
BANDUNG Cuaca di sebagian besar wilayah Jawa Barat pada hari ini didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Sejumlah daera
NASIONAL
YOGYAKARTA Cuaca di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari ini diprakirakan didominasi hujan dengan intensitas sedan
NASIONAL