BREAKING NEWS
Kamis, 15 Januari 2026

Ungkap Presiden Prabowo Ingin Bersihkan Indonesia dari Pelaku Kejahatan, Dahnil: Kalau Tidak Berubah, Tunggu Giliran

Adelia Syafitri - Sabtu, 05 Juli 2025 13:42 WIB
Ungkap Presiden Prabowo Ingin Bersihkan Indonesia dari Pelaku Kejahatan, Dahnil: Kalau Tidak Berubah, Tunggu Giliran
Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam sambutannya pada acara pelantikan Matahari Pagi Indonesia Kota Medan, Jumat (4/7/2025). (foto: ig dahnil_anzar_simanjuntak)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkapkan komitmen kuat Presiden Prabowo Subianto untuk membangun Indonesia yang bersih dari pelaku kejahatan.

Hal itu disampaikan Dahnil dalam sambutannya pada acara pelantikan Matahari Pagi Indonesia Kota Medan, Jumat (4/7/2025).

"Presiden sungguh-sungguh ingin membersihkan Indonesia," ujar Dahnil.

Dahnil yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Matahari Pagi Indonesia, menegaskan bahwa komitmen Presiden tidak hanya berupa wacana, melainkan langkah serius untuk memberantas berbagai bentuk kejahatan yang menggerogoti bangsa.

Menurut Dahnil, Presiden Prabowo memberi peringatan kepada siapa pun yang terlibat dalam kejahatan agar segera berubah.

Jika tidak, mereka akan berhadapan langsung dengan penegakan hukum yang tegas.

"Kalau Anda siap berubah, maka Anda selamat. Kalau Anda tidak siap berubah, pasti sedang menunggu giliran," tegas Dahnil, yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pelaksana Haji.

Dalam kesempatan yang sama, Dahnil menyampaikan pesan moral dari Presiden Prabowo tentang hakikat kekuasaan.

Ia mengingatkan agar siapa pun yang sedang memegang kekuasaan tidak menyalahgunakannya.

"Kekuasaan itu sejenak. Maka ketika berkuasa, berbuat baiklah kepada semua, berbuat baiklah kepada semua kelompok," ujar Dahnil.

Ia menambahkan, tindakan menyakiti atau menyingkirkan kelompok tertentu hanya akan menimbulkan dendam berkepanjangan yang berbahaya bagi keutuhan bangsa.

"Jangan pernah menyakiti satu kelompok atau dua kelompok karena yang muncul nanti adalah dendam," tandasnya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru