Rp103 Miliar Disebut Buat Podcast, Menkop Ferry: Tidak Tepat! Ini Penjelasannya
JAKARTA Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meluruskan informasi mengenai anggaran Rp103 miliar yang sebelumnya disebut sebagai d
EKONOMI
SEOUL -Hampir 150.000 demonstran memadati jalan-jalan di sekitar gedung Majelis Nasional Korea Selatan pada Sabtu (7/12/2024), menuntut Presiden Yoon Suk Yeol untuk segera mundur dari jabatannya. Aksi protes besar-besaran ini terjadi bersamaan dengan digelarnya sidang pleno untuk voting mosi pemakzulan Presiden Yoon.
Menurut laporan Yonhap yang mengutip AFP, polisi memperkirakan sekitar 149.000 orang hadir dalam aksi tersebut hingga pukul 17.30 waktu setempat, meskipun penyelenggara aksi mengklaim jumlah peserta mencapai satu juta orang. Demonstran yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari serikat pekerja, mahasiswa, hingga warga biasa, berkerumun di depan gedung Majelis Nasional, di bagian barat Seoul, meskipun cuaca saat itu sangat dingin.
Para demonstran membawa berbagai poster yang mendesak pemakzulan Yoon, dengan salah satunya bertuliskan, “Lengserkan dia.” Selain itu, aksi ini juga ditandai dengan sorakan “Lindungi negara dengan kekuatan cahaya lilin,” di mana para peserta menyalakan lampu ponsel mereka secara serentak sebagai bentuk solidaritas dan protes damai.
Sementara itu, di dalam gedung parlemen, proses voting pemakzulan berlangsung dengan sejumlah ketegangan. Sebagian besar anggota Partai Kekuatan Rakyat (PPP), partai yang menaungi Yoon, melakukan aksi walkout, meninggalkan ruang sidang sebagai bentuk penolakan terhadap mosi pemakzulan. Hanya satu anggota PPP yang tetap berada di dalam untuk mengikuti jalannya voting. Aksi walkout ini menambah ketidakpastian mengenai apakah mosi pemakzulan akan berhasil diloloskan.
Untuk meloloskan mosi pemakzulan, parlemen Korsel membutuhkan dukungan dari dua pertiga anggota, yang berarti sekitar 200 dari 300 anggota parlemen harus mendukungnya. Partai Demokrat dan partai-partai oposisi kecil lainnya memiliki total 192 kursi, sehingga mosi pemakzulan membutuhkan setidaknya delapan anggota dari PPP untuk bergabung dengan oposisi agar mencapai kuorum. Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah beberapa anggota dari PPP akan memutuskan untuk mendukung mosi tersebut.
Protes besar ini menandakan ketegangan politik yang semakin memuncak di Korea Selatan, dengan semakin banyak warga yang menuntut perubahan kepemimpinan setelah sejumlah kebijakan kontroversial yang diambil oleh Presiden Yoon Suk Yeol, termasuk deklarasi darurat militer yang memicu kekhawatiran di kalangan publik.
(N/014)
JAKARTA Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono meluruskan informasi mengenai anggaran Rp103 miliar yang sebelumnya disebut sebagai d
EKONOMI
BINJAI Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda, S.I.K., M.H. melaksanakan salat Jumat berjemaah bersama elemen masyarakat dan tokoh muda
NASIONAL
TANJUNGBALAI Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam kelas. Pengalaman melihat langsung lingkungan dan memahami persoalan di sek
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menghadiri acara syukuran dalam rangka memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim meninjau kondisi bangunan gedung bersejarah yang berada di Jalan DI Panjaitan, Kel
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menerima audiensi Forum Mahasiswa Aktivis dan Masyarakat (FMAM) Kota Tanjungbalai
PEMERINTAHAN
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang kembali turun langsung menemui masyarakat melalui prog
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti fenomena masyarakat yang ingin cepat kaya tanpa melewati prose
EKONOMI
Oleh Yakub F. IsmailDELAPAN puluh satu tahun perjalanan institusi Kejaksaan Republik Indonesia (Kejagung RI) bukan sekadar sebuah catatan t
OPINI
BANDAR LAMPUNG Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkap dugaan penyebab kasus keracunan yang menimpa 748 pener
PERISTIWA