Waisak 2026, Menag Ajak Umat Buddha Perkuat Toleransi dan Welas Asih
JAKARTA Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha untuk terus memperkuat nilai toleransi, persaudaraan, welas asih, serta kontr
NASIONAL
SEOUL -Hampir 150.000 demonstran memadati jalan-jalan di sekitar gedung Majelis Nasional Korea Selatan pada Sabtu (7/12/2024), menuntut Presiden Yoon Suk Yeol untuk segera mundur dari jabatannya. Aksi protes besar-besaran ini terjadi bersamaan dengan digelarnya sidang pleno untuk voting mosi pemakzulan Presiden Yoon.
Menurut laporan Yonhap yang mengutip AFP, polisi memperkirakan sekitar 149.000 orang hadir dalam aksi tersebut hingga pukul 17.30 waktu setempat, meskipun penyelenggara aksi mengklaim jumlah peserta mencapai satu juta orang. Demonstran yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat, mulai dari serikat pekerja, mahasiswa, hingga warga biasa, berkerumun di depan gedung Majelis Nasional, di bagian barat Seoul, meskipun cuaca saat itu sangat dingin.
Para demonstran membawa berbagai poster yang mendesak pemakzulan Yoon, dengan salah satunya bertuliskan, “Lengserkan dia.” Selain itu, aksi ini juga ditandai dengan sorakan “Lindungi negara dengan kekuatan cahaya lilin,” di mana para peserta menyalakan lampu ponsel mereka secara serentak sebagai bentuk solidaritas dan protes damai.
Sementara itu, di dalam gedung parlemen, proses voting pemakzulan berlangsung dengan sejumlah ketegangan. Sebagian besar anggota Partai Kekuatan Rakyat (PPP), partai yang menaungi Yoon, melakukan aksi walkout, meninggalkan ruang sidang sebagai bentuk penolakan terhadap mosi pemakzulan. Hanya satu anggota PPP yang tetap berada di dalam untuk mengikuti jalannya voting. Aksi walkout ini menambah ketidakpastian mengenai apakah mosi pemakzulan akan berhasil diloloskan.
Untuk meloloskan mosi pemakzulan, parlemen Korsel membutuhkan dukungan dari dua pertiga anggota, yang berarti sekitar 200 dari 300 anggota parlemen harus mendukungnya. Partai Demokrat dan partai-partai oposisi kecil lainnya memiliki total 192 kursi, sehingga mosi pemakzulan membutuhkan setidaknya delapan anggota dari PPP untuk bergabung dengan oposisi agar mencapai kuorum. Hingga saat ini, belum ada kepastian apakah beberapa anggota dari PPP akan memutuskan untuk mendukung mosi tersebut.
Protes besar ini menandakan ketegangan politik yang semakin memuncak di Korea Selatan, dengan semakin banyak warga yang menuntut perubahan kepemimpinan setelah sejumlah kebijakan kontroversial yang diambil oleh Presiden Yoon Suk Yeol, termasuk deklarasi darurat militer yang memicu kekhawatiran di kalangan publik.
(N/014)
JAKARTA Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Buddha untuk terus memperkuat nilai toleransi, persaudaraan, welas asih, serta kontr
NASIONAL
JAKARTA Sejumlah harga komoditas pangan mengalami kenaikan usai libur panjang Iduladha pada akhir pekan ini. Kenaikan terutama terjadi p
EKONOMI
JAKARTA Kuasa hukum PT Putraprima Mineral Mandiri (PMM), Poltak Silitonga, membantah tudingan bahwa perusahaannya tidak kooperatif dalam
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA PT QMB New Energy Materials meraih penghargaan TOP CSR Awards 2026 Corporate Level STAR 4 (Bintang 4) berkat program tanggung ja
NASIONAL
JAKARTA Polisi menangkap pasangan suami istri berinisial RM dan ER, pemilik wedding organizer (WO) Marwah yang diduga menipu puluhan pas
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kasus kekerasan seksual yang melibatkan pengasuh Padepokan Padang Ati di Pekalongan kembali memicu keresahan publik. Peristiwa i
NASIONAL
SOLO Pakar linguistik Universitas Sebelas Maret (UNS), Miftah Nugroho, menilai Indonesia belum siap menerapkan pengajaran bahasa Prancis
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Momentum Idul Adha tidak sematamata dimaknai sebagai ritual penyembelihan hewan kurban. Lebih dari itu, umat Islam diajak un
AGAMA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Waisak 2570 Buddhis Era (BE) kepada seluruh umat Buddha di Indon
NASIONAL
MAKKAH Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf menyatakan proses pemulangan jemaah haji Indonesia ke Tanah Air akan dimula
AGAMA