Aktivis Terjal Beberkan Celah PKPU Soal Ijazah Gibran, Desak MK Buka Persidangan Pembuktian
JAKARTA Aktivis Terus Jadi Anti Pembual (Terjal) Luke Susilo meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menerima dan memeriksa permohonan Perselisih
POLITIK
JAKARTA - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, M.H. mendorong seluruh jajaran lalu lintas di Indonesia untuk menguatkan pelayanan publik yang humanis dan responsif melalui program 'Polantas Menyapa' dan 'Senyum Polisi'.
Dua program unggulan ini merupakan bagian dari upaya transformasi pelayanan publik Polri di bidang lalu lintas. Kakorlantas menegaskan bahwa kehadiran Polantas tidak hanya sebatas pengatur lalu lintas, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat.
"Melalui 'Polantas Menyapa' dan semangat 'Senyum Polisi', kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran polisi lalu lintas harus edukatif, ramah, dan berempati. Ini pondasi pelayanan berbasis nilai-nilai kemanusiaan," ujar Irjen Agus Suryonugroho.
Polisi Lalu Lintas sebagai Sahabat Jalan Raya
Program 'Polantas Menyapa' menekankan pada pendekatan komunikatif dan simpatik, di mana anggota Polantas aktif menyapa pengguna jalan, memberi edukasi, hingga menerima masukan secara langsung. Tujuannya menciptakan interaksi dua arah yang membangun kepercayaan.
Sementara itu, slogan 'Senyum Polisi adalah Marka Utama Lalu Lintas' mengandung makna bahwa senyum personel menjadi bagian penting dari keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
"Kami ingin menghilangkan kesan kaku atau menakutkan. Polisi harus ramah, terbuka terhadap kritik, dan mampu meredam emosi masyarakat, terutama di tengah kemacetan atau kondisi lalu lintas yang padat," tambah Kakorlantas.
Dampak Positif di Lapangan
Implementasi program ini di berbagai wilayah telah menunjukkan dampak positif, seperti menurunnya tingkat stres pengendara saat jam sibuk, meningkatnya kesadaran berlalu lintas, dan terbangunnya komunikasi yang lebih sehat antara polisi dan masyarakat.
Program ini juga selaras dengan semangat Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), yang menjadi kompas kebijakan institusi Polri saat ini.
"Kehadiran Polantas yang menyapa dan tersenyum adalah simbol pelayanan sejajar, bukan sekadar instruksi satu arah. Ini adalah ajakan moral agar semua pengguna jalan saling menghormati," tutup Kakorlantas.
Dengan penguatan dua program ini, Polri berharap keselamatan dan etika di jalan raya bisa meningkat, seiring dengan tumbuhnya hubungan yang harmonis antara aparat dan masyarakat.*
JAKARTA Aktivis Terus Jadi Anti Pembual (Terjal) Luke Susilo meminta Mahkamah Konstitusi (MK) menerima dan memeriksa permohonan Perselisih
POLITIK
BOGOR Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas) menyelidiki keberadaan sebuah foto yang ditemukan Ombudsman Republik Indonesi
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Ikatan Keluarga Minangkabau (IKM) Sumut memperkuat kolaborasi
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan memastikan kesiapan lahan untuk pembangunan fasilitas Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Pemko M
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap mengajak masyarakat kembali menghidupkan semangat gotong royong untuk menjaga kebersihan li
PEMERINTAHAN
TAPANULI TENGAH Banjir kembali melanda sejumlah permukiman warga di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, setelah hujan meng
PERISTIWA
DELI SERDANG Dua pria, Irwansyah alias Tepos (41) dan Indra Syahputra Sinaga alias Doyok (26), ditangkap polisi karena diduga terlibat pere
HUKUM DAN KRIMINAL
NAGOYA Rahmat Erwin Abdullah kembali mencatat prestasi besar setelah meraih medali emas angkat besi kelas 75 kilogram pada Asian Games 202
OLAHRAGA
BANDUNG Ketua Dewan Pertimbangan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Joko Widodo meyakini PSI dapat berkembang menjadi partai besar. Dia me
POLITIK
MEDAN Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian mengikuti prosesi wisuda Program Doktor (S3) di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UIN Sumu
PENDIDIKAN