JAKARTA— Seruan keras disampaikan oleh Prof. Dr. KH Sutan Nasomal, pakar hukum internasional sekaligus ekonom nasional, agar pemerintah pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto, menghentikan pemberian izin tambang yang dinilai merusak ekosistem dan mengancam sektor-sektor strategis nasional seperti pertanian, kehutanan, kelautan, dan perkebunan.
Dalam keterangan persnya di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka, kawasan Kalisari, Cijantung, Prof. Sutan menyoroti kegiatan pertambangan yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk rencana eksplorasi tambang di Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
"Sudah sangat tepat bila Pemerintah Aceh menolak aktivitas pertambangan yang berpotensi merusak hutan lindung dan kehidupan masyarakat. Presiden harus segera memerintahkan menteri-menteri terkait untuk menghentikan pemberian izin tambang yang hanya menguntungkan segelintir elit, namun menghancurkan sumber daya alam dan masyarakat lokal," tegas Prof. Sutan.
Kekhawatiran Petani Kopi Gayo
Prof. Sutan menyampaikan dukungannya kepada para petani kopi di Pantan Cuaca yang menolak kehadiran tambang di wilayah mereka.
Berdasarkan dialognya dengan tokoh petani setempat, diketahui bahwa rencana aktivitas tambang oleh PT. Gayo Mineral Resources dapat berdampak serius terhadap keberlangsungan Kopi Gayo, salah satu komoditas unggulan ekspor Indonesia.
Petani menyatakan bahwa kehadiran tambang akan menimbulkan kerusakan lingkungan, seperti deforestasi, pencemaran air dan tanah, serta hilangnya mata air, yang pada akhirnya akan menurunkan kualitas dan cita rasa kopi Gayo.
"Jika tambang beroperasi, buyer dari Eropa dan Amerika bisa kehilangan kepercayaan karena potensi adanya residu kimia. Ini akan merusak nama baik Kopi Gayo di pasar internasional," ujar salah satu penggerak petani yang enggan disebutkan namanya.
Kopi Gayo, Identitas Internasional yang Terancam
Kopi Gayo dari Pantan Cuaca merupakan bagian dari sertifikat Indikasi Geografis (IG) Internasional bersama Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Bila reputasi ini rusak akibat pencemaran tambang, dampaknya bisa terasa luas hingga memengaruhi 80% ekspor kopi Indonesia yang didominasi oleh kopi Gayo.