SUMUT Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang, BMKG Ingatkan Warga Waspada Cuaca Ekstrem
MEDAN Sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Jumat (1/5/202
NASIONAL
PALAS - Sebuah video asusila berdurasi 2 menit 58 detik yang diduga melibatkan oknum Kepala Desa (Kades) berinisial ES di Kecamatan Hutaraja Tinggi, Kabupaten Padanglawas (Palas), menghebohkan publik.
Video yang tersebar luas di grup WhatsApp warga itu menampilkan sosok perempuan yang diduga kuat merupakan Kades setempat tengah melakukan video call dengan seorang pria dalam situasi yang tidak pantas.
Warga Kecamatan Hutaraja Tinggi mengaku resah atas beredarnya video tersebut. Mereka mendesak agar pemerintah daerah dan aparat penegak hukum segera bertindak guna menjaga ketertiban dan nama baik daerah yang dikenal sebagai "Tano Adat di Gom-gom Ibadat" itu.
"Kalau ini benar, ya sangat memalukan. Apalagi kalau yang di video itu memang Kades. Rusak citra desa dan daerah kami, bang," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Namun hingga kini, tidak terlihat adanya tindakan tegas dari pihak Pemerintah Kabupaten Palas maupun dinas terkait. Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Muliadi Hasibuan, S.Pd, serta Camat Hutaraja Tinggi Rizwan Daulay, belum memberikan tanggapan apa pun ketika dikonfirmasi oleh awak media pada Sabtu (16/8/2025). Pesan dan panggilan yang dikirimkan pun tidak direspons.
Sikap bungkam dari dua pejabat penting ini semakin membuat publik bertanya-tanya soal keseriusan pemerintah dalam menjaga etika dan kehormatan aparatur desa.
Sementara itu, pihak yang diduga sebagai pemeran dalam video, yakni oknum Kades berinisial ES, juga belum memberikan klarifikasi atau tanggapan hingga berita ini diturunkan. Konfirmasi yang diajukan oleh wartawan juga belum direspons.
Warga menuntut transparansi serta langkah tegas dari pihak berwenang, termasuk kemungkinan pemecatan terhadap oknum Kades jika terbukti bersalah.
"Kami butuh tindakan, bukan pembiaran. Kalau benar itu Kades, harus segera dicopot. Ini bukan hanya aib pribadi, tapi mencoreng nama daerah dan mencederai kepercayaan masyarakat," tegas warga lainnya.
Isu ini kini menjadi buah bibir di berbagai kalangan di Kabupaten Palas. Desakan agar Pemkab Palas, Dinas PMD, dan aparat hukum mengambil langkah cepat dan tegas kian menguat.*
MEDAN Sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Utara diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Jumat (1/5/202
NASIONAL
JAKARTA Seluruh wilayah DKI Jakarta diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas ringan pada Jumat (1/5/2026). Kondisi ini meliputi Ke
NASIONAL
BANDUNG Sejumlah wilayah di Provinsi Jawa Barat diprakirakan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada Jumat (1/5/2026).
NASIONAL
YOGYAKARTA Sejumlah wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diprakirakan diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang pada J
NASIONAL
DENPASAR Sebagian besar wilayah di Provinsi Bali diprakirakan mengalami hujan hujanringan pada Jumat (1/5/2026). Kondisi ini meliputi Je
NASIONAL
NTT Sebanyak 37 siswa dan enam guru dari tiga sekolah di Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara
PERISTIWA
ASAHAN Wakil Bupati Asahan, Rianto, menegaskan komitmen kuatnya dalam menjaga kelestarian infrastruktur jalan. Ia mengimbau para pengusa
PEMERINTAHAN
BANTEN Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji mengunjungi wilayah adat Baduy di Kabupaten Lebak, Ba
NASIONAL
JAKATA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengklarifikasi polemik rencana penentuan status aktivis HAM oleh tim asesor yang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rencana pemerintah untuk menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) dalam 23 tahun ke depan dinilai belum realistis tanpa tr
EKONOMI