PBB Desak Pengusutan Serangan Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
JAKARTA Perserikatan BangsaBangsa menyatakan keprihatinan atas serangan penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPSEL - Isu dugaan penyimpangan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyeret nama Gus Irawan Pasaribu kian menghangat.
Aliansi Tabagsel Bersatu menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Tapanuli Selatan, Sipirok, menuntut transparansi dari sang Bupati.
Dalam orasinya, Koordinator Aksi, M. Hadi Susandra Lubis, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang dinilai tidak serius menanggapi tuntutan masyarakat.
"Kami minta Bupati yang menjawab, karena yang diduga terlibat adalah beliau. Kalau memang tidak bersalah, buktikan di depan publik. Diam bukan solusi," tegas Hadi.
Aliansi Tabagsel Bersatu mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menuntaskan penyelidikan, menyusul pernyataan dari Plt Deputi Penindakan KPK, Asep Guntur Rahayu, yang menyebut bahwa sebagian besar anggota DPR RI Komisi XI diduga menerima aliran dana sosial tersebut.
Gus Irawan Pasaribu, yang kini menjabat sebagai Bupati Tapanuli Selatan, sebelumnya adalah anggota Komisi XI DPR RI — komisi yang disebut-sebut terkait dengan skema penyaluran dana CSR melalui yayasan-yayasan yang berafiliasi dengan anggota DPR.
"Keterlibatan nama Pak Bupati harus dijawab dengan fakta. Bukan hanya demi citra, tapi juga demi kepercayaan publik," ujar Bangun Siregar, tokoh masyarakat Tapanuli Selatan.
Bangun menyebut bahwa masyarakat sudah lelah dengan berbagai isu korupsi yang kerap mencoreng nama daerah. Ia menegaskan bahwa transparansi adalah langkah awal untuk memulihkan martabat Tabagsel.
KPK sendiri sudah menetapkan dua anggota DPR RI, Satori (Nasdem) dan Heri Gunawan (Gerindra) sebagai tersangka dalam kasus ini. Dalam pemeriksaannya, Satori menyebut hampir seluruh anggota Komisi XI menerima aliran dana CSR — membuat publik kian menyorot nama-nama lainnya, termasuk Gus Irawan.
Sejauh ini, Gus Irawan belum memberikan pernyataan resmi. Pihak Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan hanya merespons melalui pejabat pendamping, yang justru memicu amarah massa aksi.
Aliansi Tabagsel Bersatu menutup aksinya dengan ultimatum: jika dalam waktu dekat Gus Irawan tidak menyampaikan klarifikasi terbuka, maka mereka akan menggelar aksi lanjutan dengan skala lebih besar dan menggandeng jaringan nasional.*
JAKARTA Perserikatan BangsaBangsa menyatakan keprihatinan atas serangan penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPANULI TENGAH Hujan deras yang melanda wilayah Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, pada Sabtu (15/3), kembali menyebabkan banj
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang tetap melaksanakan tugasnya di tenga
PEMERINTAHAN
TEHERAN Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan pernyataan keras yang menargetkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dengan anc
INTERNASIONAL
JAKARTA Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah memberikan perlindungan darurat kepada Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, melepas ribuan peserta Program Mudik Gratis Pemerintah Aceh di Depo
NASIONAL
BANDUNG Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi melakukan kunjungan ke Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung,
PENDIDIKAN
JAKARTA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat ketahanan pangan nasional dengan memanfaatkan teknologi iradiasi nuklir
PEMERINTAHAN
SURABAYA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan pembentukan posko pengaduan untuk memfasilitasi masyarakat yang memiliki
PEMERINTAHAN
PADANGSIDIMPUAN Wali Kota Padangsidimpuan mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian sosial dengan menyelenggarakan kegiatan
PEMERINTAHAN