Menaker Yassierli: Pekerja Harus Inovatif atau Tersingkir di Era Global
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya budaya inovasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja di tengah
EKONOMI
MEDAN - Aksi unjuk rasa mahasiswa yang menolak kebijakan tunjangan mewah DPRD Sumatera Utara berakhir ricuh dan dibubarkan aparat kepolisian. Demonstrasi yang awalnya berjalan tertib berubah menjadi tidak kondusif usai terjadi pelemparan tomat ke arah gedung DPRD Sumut.
Insiden mulai memanas setelah orasi berlangsung sekitar satu jam. Mahasiswa yang tergabung dalam sejumlah organisasi kampus melakukan pelemparan tomat sebagai simbol kritik terhadap kebijakan tunjangan anggota dewan. Aksi simbolik tersebut justru memicu respons keras dari aparat kepolisian yang langsung mengejar dan membubarkan massa.
Mobil Komando Kabur, Mahasiswa Berhamburan
Kericuhan membuat mobil komando aksi kabur dari lokasi, diikuti oleh mahasiswa yang berlarian menyelamatkan diri ke berbagai arah, termasuk ke Lapangan Benteng dan Jalan Kapten Maulana Lubis. Beberapa dari mereka sempat tertahan di barikade polisi.
"Tadi masih orasi damai, tapi begitu ada lemparan, langsung dikejar. Padahal kami cuma protes damai soal tunjangan," ujar salah satu mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.
Polisi Tutup Akses Jalan dan Amankan Massa
Usai membubarkan demonstran, aparat kepolisian memblokade Jalan Imam Bonjol, tepatnya dari Simpang Kapten Maulana Lubis hingga Simpang Jalan Perdana-Jalan Kejaksaan. Arus lalu lintas sempat dialihkan dan macet terjadi di sejumlah ruas jalan sekitar pusat pemerintahan Sumatera Utara.
Polisi juga sempat mengamankan beberapa mahasiswa yang dianggap sebagai pemicu kericuhan. Namun, berdasarkan keterangan dari petugas, mereka telah dibebaskan setelah dimintai keterangan.
Latar Belakang Aksi
Aksi ini merupakan bentuk penolakan terhadap kebijakan DPRD Sumut terkait penambahan tunjangan dan fasilitas mewah, yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan rakyat di tengah situasi ekonomi masyarakat yang belum stabil.
Mahasiswa menilai langkah DPRD Sumut tidak etis dan mencederai rasa keadilan sosial, sehingga aksi ini digelar sebagai bentuk kontrol publik terhadap lembaga legislatif.
Belum Ada Pernyataan Resmi dari DPRD Sumut
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD Sumut terkait penolakan mahasiswa maupun insiden pembubaran aksi oleh aparat.
(j006)
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya budaya inovasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja di tengah
EKONOMI
JAKARTA Istri Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Ida Yulidina, mengungkap sejumlah cerita pribadi terkait kondisi suaminya se
NASIONAL
JAKARTA Prof. Purnomo Yusgiantoro resmi menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL Lemh
NASIONAL
MEDAN Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (PUD) Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Medan, Irwansyah Gultom, menjadi sorotan setelah d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melaporkan jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh militer Israel bertambah menj
INTERNASIONAL
JAKARTA Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai pelemahan nilai tukar rupiah turut memberikan dampak terhadap masyarakat di
EKONOMI
JAKARTA Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah menyiapkan peta jalan atau roadmap untuk melakukan safari politik keliling Indonesia ber
POLITIK
ACEH TIMUR Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meresmikan Gedung Utama Polres Aceh Timur dalam rangka kunjungan kerja (k
NASIONAL
MEDAN Perum BULOG Kantor Wilayah Sumatera Utara mulai menyalurkan jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Tahun 2026 ke
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi rencana pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR yang
POLITIK