BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

Aksi Damai Buruh Digelar Serentak di 38 Provinsi Hari Ini, DPR RI Siap Tampung Aspirasi

Adelia Syafitri - Kamis, 28 Agustus 2025 07:50 WIB
Aksi Damai Buruh Digelar Serentak di 38 Provinsi Hari Ini, DPR RI Siap Tampung Aspirasi
Ratusan buruh gelar demonstrasi di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2024), menuntut kenaikan upah mininum dan mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja khususnya klaster ketenagakerjaan dan perlindungan petani. (Foto: Inilah.com/Syahidan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Ribuan buruh dari berbagai wilayah di Indonesia hari ini menggelar aksi damai secara serentak di 38 provinsi, termasuk di kawasan strategis nasional seperti Gedung DPR RI dan Istana Kepresidenan, Jakarta.

Aksi yang bertajuk "Hostum" (Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah) ini menjadi panggung bagi para pekerja untuk menyuarakan berbagai tuntutan terkait ketenagakerjaan dan kesejahteraan.

Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menyampaikan bahwa DPR terbuka terhadap aspirasi yang disampaikan oleh para buruh dan akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme yang berlaku di lembaga legislatif.

Baca Juga:

"Tentu apa yang mereka sampaikan itu merupakan isu-isu yang selama ini juga telah diperjuangkan. DPR akan mendengar dan mempertimbangkan seluruh aspirasi yang masuk. Semua tuntutan akan kami tampung," ujar Saan kepada awak media, Kamis (28/8).

Ia juga menegaskan bahwa unjuk rasa merupakan bagian yang sah dalam sistem demokrasi dan menjadi salah satu cara masyarakat menyuarakan aspirasinya.

Baca Juga:

"Aksi damai seperti ini adalah hal yang wajar dalam iklim demokrasi. Yang penting, pelaksanaannya tetap menjaga ketertiban, tidak anarkis," imbuhnya.

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyampaikan bahwa sekitar 10.000 buruh dari wilayah Jabodetabek akan memusatkan aksi di depan Gedung DPR RI dan Istana Negara.

Sementara itu, di daerah-daerah lain, aksi dilakukan di pusat-pusat pemerintahan provinsi maupun kabupaten/kota, terutama di kawasan industri.

"Aksi ini adalah bentuk konsolidasi nasional kaum buruh. Kami akan menyuarakan penolakan terhadap upah murah dan menuntut penghapusan sistem outsourcing yang merugikan pekerja," ungkap Said dalam video pernyataannya.

Selain isu outsourcing dan upah layak, para buruh juga membawa sejumlah tuntutan lain seperti revisi kebijakan ketenagakerjaan yang dianggap tidak berpihak kepada pekerja, serta peningkatan perlindungan sosial dan jaminan kerja.*

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ratusan Buruh Demo di DPRD Sumut, 15 Tuntutan Menggema
Presiden Partai Buruh Ancam Mogok Nasional Jika Tuntutan Diabaikan: Jangan Paksa Kami Lumpuhkan Ekonomi
Ribuan Buruh di Sumut Gelar Aksi Terpusat di Depan Kantor DPRD, Usung Empat Tuntutan Utama
Demi Antisipasi Demo Buruh, Setjen DPR Imbau Pegawai WFH Hari Ini
Polda Metro Cegah 120 Pelajar Gabung Demo Buruh di DPR, Diduga Terprovokasi Medsos
Jelang Aksi HOSTUM, Ribuan Buruh Siap Geruduk DPR RI Bawa 10 Tuntutan Ketenagakerjaan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru