Kasus Narkoba Katingan yang Tewaskan 3 Polisi Masuk Tahap Baru, Tiga Tersangka Dilimpahkan
JAKARTA Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menyerahkan tiga tersangka bandar narkoba yang didug
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA — Ribuan buruh dari berbagai wilayah di Indonesia hari ini menggelar aksi damai secara serentak di 38 provinsi, termasuk di kawasan strategis nasional seperti Gedung DPR RI dan Istana Kepresidenan, Jakarta.
Aksi yang bertajuk "Hostum" (Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah) ini menjadi panggung bagi para pekerja untuk menyuarakan berbagai tuntutan terkait ketenagakerjaan dan kesejahteraan.
Wakil Ketua DPR RI, Saan Mustopa, menyampaikan bahwa DPR terbuka terhadap aspirasi yang disampaikan oleh para buruh dan akan menindaklanjutinya sesuai mekanisme yang berlaku di lembaga legislatif.
"Tentu apa yang mereka sampaikan itu merupakan isu-isu yang selama ini juga telah diperjuangkan. DPR akan mendengar dan mempertimbangkan seluruh aspirasi yang masuk. Semua tuntutan akan kami tampung," ujar Saan kepada awak media, Kamis (28/8).
Ia juga menegaskan bahwa unjuk rasa merupakan bagian yang sah dalam sistem demokrasi dan menjadi salah satu cara masyarakat menyuarakan aspirasinya.
"Aksi damai seperti ini adalah hal yang wajar dalam iklim demokrasi. Yang penting, pelaksanaannya tetap menjaga ketertiban, tidak anarkis," imbuhnya.
Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyampaikan bahwa sekitar 10.000 buruh dari wilayah Jabodetabek akan memusatkan aksi di depan Gedung DPR RI dan Istana Negara.
Sementara itu, di daerah-daerah lain, aksi dilakukan di pusat-pusat pemerintahan provinsi maupun kabupaten/kota, terutama di kawasan industri.
"Aksi ini adalah bentuk konsolidasi nasional kaum buruh. Kami akan menyuarakan penolakan terhadap upah murah dan menuntut penghapusan sistem outsourcing yang merugikan pekerja," ungkap Said dalam video pernyataannya.
Selain isu outsourcing dan upah layak, para buruh juga membawa sejumlah tuntutan lain seperti revisi kebijakan ketenagakerjaan yang dianggap tidak berpihak kepada pekerja, serta peningkatan perlindungan sosial dan jaminan kerja.*
(d/a008)
JAKARTA Penyidik Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri menyerahkan tiga tersangka bandar narkoba yang didug
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Politisi senior sekaligus deklarator Partai Demokrat Sumatera Utara (Sumut) M Yusuf Tambunan mendorong adanya pergantian Ketua DPD
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan penggeledahan terkait kasus dugaan pemerasan di lingkungan Pemerintah Kabup
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto memberikan waktu sekitar satu bulan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mengkaji berbagai alternati
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara (Sumut) mengungkap dugaan penyebab gangguan pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di sejumlah
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Roy Suryo meminta Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membatalkan status tersangka dalam perkara dugaan manipulasi dokumen elektro
NASIONAL
JAKARTA Tim penyidik Polri mendatangi Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) menjelang pelimpahan perkara dugaan korupsi yang menjerat Don Ri
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melimpahkan berkas perkara dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Araf
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan dilibatkan sebagai mitra pemerintah dalam penyaluran berbagai program ekonomi d
EKONOMI
JAKARTA Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta akan menggelar sidang perdana banding perkara korupsi dengan terdakwa mantan Menteri Pendidik
NASIONAL