BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

Polda Metro Jaya Imbau Tak Gunakan Live Streaming untuk Provokasi Demo, Masyarakat Diminta Lapor

Adelia Syafitri - Kamis, 28 Agustus 2025 13:49 WIB
Polda Metro Jaya Imbau Tak Gunakan Live Streaming untuk Provokasi Demo, Masyarakat Diminta Lapor
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary. (foto: ditsamaptapmj/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat, khususnya para pengguna media sosial, untuk tidak menyalahgunakan fitur live streaming sebagai alat provokasi atau ajakan kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar, untuk mengikuti aksi demonstrasi.

Imbauan ini disampaikan menyusul temuan bahwa sejumlah pelajar turut hadir dalam unjuk rasa sebelumnya karena terpengaruh ajakan melalui platform media sosial, utamanya TikTok.

"Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk memantau konten live di media sosial agar tidak dijadikan sarana menghasut atau mengajak masyarakat melakukan tindakan yang melanggar hukum," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ade Ary di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (28/8/2025).

Baca Juga:

Diketahui, dalam aksi demonstrasi pada Senin (25/8), sebanyak 267 pelajar diamankan aparat kepolisian karena hendak menuju titik konsentrasi massa.

Mereka mengaku datang setelah menyaksikan ajakan demo melalui media sosial.

Baca Juga:

"Anak-anak ini harusnya belajar. Kami sangat prihatin karena mereka terpengaruh ajakan tidak bertanggung jawab di media sosial," tambah Ade Ary.

Polisi juga mengonfirmasi bahwa telah mengidentifikasi tiga akun media sosial yang terlibat aktif dalam menyebarkan konten ajakan kepada pelajar untuk ikut serta dalam unjuk rasa.

Saat ini, ketiga akun tersebut tengah dalam proses penelusuran oleh tim siber.

Polda Metro Jaya juga meminta peran aktif masyarakat untuk melakukan pengawasan terhadap konten-konten digital yang berpotensi merugikan, termasuk mengajak pelajar untuk terlibat dalam aksi di luar kepentingan pendidikan.

"Kami mengajak masyarakat untuk segera melapor jika menemukan ajakan-ajakan yang bersifat provokatif di media sosial, termasuk yang memanfaatkan pelajar," tegasnya.

Adapun hari ini, massa buruh melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, dengan sejumlah tuntutan seperti penghentian sistem outsourcing dan penolakan terhadap upah murah.

Kegiatan aksi hari ini berlangsung dengan pengamanan ketat dari aparat kepolisian, guna mencegah potensi gangguan keamanan serta memastikan tidak ada lagi pelajar yang turut serta tanpa izin dan pengawasan.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Usai Aksi Buruh, Massa Mahasiswa Datangi Gedung DPR Bawa Spanduk Tuntutan
Presiden Partai Buruh Ancam Mogok Nasional Jika Tuntutan Diabaikan: Jangan Paksa Kami Lumpuhkan Ekonomi
Ribuan Buruh di Sumut Gelar Aksi Terpusat di Depan Kantor DPRD, Usung Empat Tuntutan Utama
Demi Antisipasi Demo Buruh, Setjen DPR Imbau Pegawai WFH Hari Ini
Polda Metro Cegah 120 Pelajar Gabung Demo Buruh di DPR, Diduga Terprovokasi Medsos
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp16.351 per Dolar AS, Sentimen Global & Domestik Jadi Sorotan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru