BREAKING NEWS
Sabtu, 30 Agustus 2025

Prabowo Instruksikan Proses Hukum Tanpa Toleransi atas Kematian Affan: Jangan Ada yang Ditutupi!

Paul Antonio Hutapea - Jumat, 29 Agustus 2025 12:37 WIB
Prabowo Instruksikan Proses Hukum Tanpa Toleransi atas Kematian Affan: Jangan Ada yang Ditutupi!
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. (foto: presidenrepublikindonesia/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyampaikan komitmennya untuk menindak tegas anggota kepolisian yang diduga terlibat dalam insiden tragis yang menyebabkan meninggalnya Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) berusia 21 tahun.

Dalam sebuah pernyataan video yang dirilis pada Jumat (29/8/2025), Presiden menegaskan bahwa seluruh aparat yang terlibat harus bertanggung jawab dan diproses sesuai dengan hukum yang berlaku, apabila terbukti melakukan tindakan di luar batas kewenangan.

"Petugas-petugas yang terlibat harus bertanggung jawab. Seandainya ditemukan mereka berbuat di luar kepatutan dan ketentuan yang berlaku, akan kita ambil tindakan sekeras-kerasnya sesuai hukum yang berlaku," ujar Presiden Prabowo dengan tegas.

Baca Juga:

Presiden juga menginstruksikan agar proses penyelidikan dilakukan secara terbuka, objektif, dan transparan, demi memberikan rasa keadilan kepada keluarga korban dan seluruh masyarakat Indonesia.

"Saya meminta agar peristiwa ini diusut secara tuntas, jangan ada yang ditutupi. Semua pihak yang bertanggung jawab harus menjalani proses hukum," tambahnya.

Baca Juga:

Dalam kesempatan itu, Presiden turut menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga besar almarhum Affan.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan dan mengimbau seluruh aparat agar menjunjung tinggi prinsip profesionalisme dan humanisme dalam bertugas.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menemui keluarga korban di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Dalam pernyataannya, ia menyampaikan permintaan maaf dan berjanji akan menuntaskan kasus ini.

"Kami menyampaikan belasungkawa dan permohonan maaf dari institusi Polri atas musibah yang terjadi. Kami pastikan, seluruh proses penyelidikan akan dilakukan secara menyeluruh," kata Jenderal Sigit.

Divisi Propam Polri telah menindaklanjuti insiden tersebut dengan mengamankan tujuh personel dari satuan Brimob yang diduga terlibat.

Mereka kini tengah menjalani pemeriksaan di Mako Satbrimob Polda Metro Jaya.

Nama-Nama Anggota yang Diperiksa

Kepala Divisi Propam Polri, Irjen Abdul Karim, menyebutkan tujuh personel yang diperiksa antara lain:

- Kompol C

- Aipda M

- Bripka R

- Briptu D

- Bripda M

- Bharaka Y

- Bharaka J

Abdul Karim memastikan penyelidikan akan dilakukan dengan transparansi penuh, guna memastikan kebenaran fakta dan memberikan keadilan bagi keluarga almarhum.

Informasi yang dihimpun dari rekan almarhum menyebutkan bahwa Affan tidak terlibat dalam aksi demonstrasi yang terjadi di kawasan DPR RI pada Kamis malam.

Ia tengah menjalankan tugasnya sebagai pengemudi ojol dan sedang mengantar pesanan makanan sebelum kejadian nahas itu terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat.

Sejak insiden itu, gelombang aksi protes meluas di beberapa titik di Jakarta, termasuk di sekitar Mako Brimob, Kwitang.

Massa yang mayoritas berasal dari kalangan pengemudi ojol menuntut keadilan atas peristiwa yang menimpa rekan mereka.

Aksi tersebut sempat memanas dan diwarnai ketegangan antara massa dan aparat keamanan.

Pemerintah dan aparat terkait kini tengah berupaya meredam eskalasi dan menenangkan publik dengan menjamin proses hukum yang adil dan transparan.*

(cn/a008)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pihak Asing Dituding Tunggangi Demo, Ekonom: Murni Karena Rakyat Marah dan Resah Terhadap Kondisi Ekonomi
Situasi Demonstrasi di Medan Memanas, Pos Polisi Dibakar Massa
Ratusan Sopir Ojol Gelar Aksi Damai dan Doa Bersama di Mapolres Binjai
Gedung DPR Membara! Massa Jebol Pagar Kompleks Parlemen, Brimob Mulai Tambah Pasukan
Ahok Sentil DPR Usai Kematian Driver Ojol dalam Aksi Demonstrasi: Takut?
Jusuf Kalla Minta Pejabat Tahan Diri: Jangan Asal Menghina Masyarakat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru