BREAKING NEWS
Minggu, 31 Agustus 2025

MUI dan Jusuf Kalla Imbau Pengunjuk Rasa Jaga Kondusivitas: "Tahan Diri, Hindari Anarki"

Justin Nova - Sabtu, 30 Agustus 2025 08:56 WIB
MUI dan Jusuf Kalla Imbau Pengunjuk Rasa Jaga Kondusivitas: "Tahan Diri, Hindari Anarki"
Demo massa di depan Polda Metro Jaya berlangsung panas, Jumat (29/8). (foto: CNNIndonesia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Aksi demonstrasi yang semula bertujuan menyuarakan penolakan terhadap tunjangan anggota DPR dan menuntut keadilan atas wafatnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, kini berujung pada kerusuhan.

Sejumlah fasilitas publik dilaporkan dirusak dan dibakar oleh massa, memicu kekhawatiran berbagai kalangan.

Menanggapi situasi tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan kepada masyarakat, khususnya para pengunjuk rasa, untuk menghentikan aksi-aksi anarkis yang justru merugikan kepentingan publik dan memicu keresahan sosial.

Baca Juga:

"Demo adalah hak warga negara, tetapi ketika sudah menimbulkan kerusakan, keresahan, dan kesulitan bagi publik, saya kira itu harus dihentikan," ujar Masduki Baidlowi, Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Dewan Pimpinan MUI, Jumat (29/8/2025).

Masduki mengingatkan, masyarakat kecil terutama yang menggantungkan hidup dari kerja harian, sangat terdampak apabila kota tidak lagi kondusif.

Baca Juga:

Oleh sebab itu, ia mengimbau massa aksi untuk segera membubarkan diri secara damai dan kembali ke rumah masing-masing.

"Kami mengimbau supaya para pendemo pulang ke rumah masing-masing dan tidak menimbulkan kesulitan bagi masyarakat lain," tambahnya.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK).

Ia menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan dalam kericuhan yang terjadi pada Kamis malam (28/8).

"Dalam keadaan hari ini, tentu kita menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya Affan Kurniawan," ujar JK, Jumat (29/8).

JK juga mendesak aparat penegak hukum, khususnya kepolisian, untuk mengusut tuntas insiden tersebut dan memberikan tindakan tegas kepada siapa pun yang terbukti bersalah.

"Semua yang bersalah harus diberi tindakan yang sepadan, yang keras," tegasnya.

Lebih lanjut, JK meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak terpancing dalam situasi yang memanas.

Ia mengingatkan bahwa ketidakstabilan sosial akan berdampak langsung pada sektor ekonomi dan kehidupan masyarakat luas.

"Jika kota bergejolak seperti ini, maka kehidupan ekonomi akan berhenti. Ini bisa berakibat panjang," tuturnya.

Aksi protes yang bermula dari aspirasi masyarakat kini berpotensi berubah menjadi krisis sosial apabila tidak segera diredam secara bijak.

Seruan moral dari tokoh-tokoh agama dan kenegaraan diharapkan mampu meredakan tensi dan mengembalikan kondisi masyarakat pada suasana yang aman, damai, dan produktif.*

(vo/a008)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Puan Maharani Janjikan Bantuan Pendidikan untuk Adik Affan dan Berikan Motor Baru untuk Ayahnya
Pengemudi Ojol dan Kanit Dalmas Polres Padangsidimpuan Gelar Sholat Ghaib untuk Doakan Alm. Affan Kurniawan
Ratusan Masyarakat dan Ojol di Padangsidimpuan Gelar Sholat Ghaib untuk Alm. Affan Kurniawan
Tujuh Anggota Brimob Ditetapkan Terduga Pelanggar Etik, Kasus Kematian Affan Kurniawan Segera Disidangkan
Sejumlah Artis Korea dan Thailand Sampaikan Dukungan untuk Indonesia di Tengah Aksi Demonstrasi
Massa Masih Bertahan di Sekitar Mako Brimob Kwitang, Situasi Masih Memanas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru