Tingkatkan Ketakwaan dengan Memaafkan, Pesan Prof. Maizuddin di Khutbah Jumat
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, mengingatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan ke publik. Ia menilai, sebagai pejabat publik, Purbaya seharusnya lebih bijak dan tidak terkesan arogan dalam berkomunikasi dengan masyarakat.
Pernyataan ini disampaikan Cholil kepada wartawan usai menghadiri wisuda Universitas Al Ghazali (UAG) di Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2025), menyusul kontroversi ucapan Purbaya terkait tuntutan 17+8 rakyat, yang sempat menyebut aspirasi tersebut berasal dari "sebagian kecil rakyat".
"Masyarakat ini cara menerimanya beda-beda, sehingga komunikasinya jangan terkesan arogan, cukup dari kebijakannya saja yang dirasakan oleh rakyat," ujar Cholil.
Menurutnya, ketika seseorang menjabat sebagai pejabat publik, maka seluruh perkataannya akan menjadi sorotan. Ia membandingkan masa sebelum dan sesudah Purbaya menjabat sebagai Menkeu.
"Dulu mungkin ketika jadi Ketua LPS tidak banyak yang menyoroti. Tapi sekarang, apapun ucapannya akan direspons publik," tambahnya.
Cholil juga mengingatkan, bahwa pejabat publik sejatinya adalah "milik rakyat", yang artinya harus siap menerima kritik, sorotan, dan masukan dari masyarakat.
"Ketika jadi pejabat, maka publik berhak menyoroti dan menanggapi. Itu bagian dari demokrasi," tegasnya.
Menanggapi kontroversi yang muncul, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa telah menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf. Ia menyatakan bahwa maksud dari ucapannya adalah untuk menyoroti kondisi ekonomi yang membuat banyak masyarakat tertekan.
"Kalau kemarin salah ngomong, saya minta maaf. Saya juga belajar dari ini, dan akan saya perbaiki," ujar Purbaya saat ditemui di Istana Kepresidenan, Selasa (9/9).
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan fokus pada pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja sebagai solusi nyata terhadap keresahan masyarakat.*
(d/j006)
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
JAKARTA Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan alasan di balik serangkaian pertemuannya dengan seju
POLITIK
JAKARTA Iran mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F35 milik Amerika Serikat (AS) di wilayah tengah negara tersebut pada Jumat,
INTERNASIONAL
JAKARTA Indonesia semakin memperkuat posisinya dalam diplomasi energi global melalui kerja sama strategis dengan Korea Selatan, khususny
EKONOMI
BATAM Kepala Imigrasi Kota Batam, Hajar Aswad, dicopot dari jabatannya setelah terjerat dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang m
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa hubungan industrial di Indonesia harus naik kelas agar pekerja ti
EKONOMI
JAKARTA Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia atas kesediaannya un
INTERNASIONAL
BANTUL Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Wates, Bantul, tepatnya di Argorejo, Sedayu, pada Jumat (3/4/2026). Sebuah mobil Toyota Ava
PERISTIWA
TANJUNG JABUNG TIMUR Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kini telah
PENDIDIKAN
JAKARTA Pemerintah terus menggenjot percepatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus
PEMERINTAHAN