Di sisi lain, keterampilan seperti pengajaran dan pembimbingan (26%), pemasaran dan media (21%), serta desain dan pengalaman pengguna (25%), meski tak dominan, masih menunjukkan pentingnya peran humanistik dan komunikasi dalam dunia kerja masa depan.
Transformasi industri yang didorong oleh AI, IoT, dan teknologi digital lainnya tidak hanya menciptakan peluang kerja baru, tetapi juga menuntut pekerja untuk melakukan reskilling dan upskilling secara terus-menerus."Rasa ingin tahu dan komitmen untuk pembelajaran seumur hidup menjadi salah satu keterampilan paling penting, mencerminkan kesadaran bahwa pembelajaran tidak berhenti saat pendidikan formal selesai," tulis WEF dalam laporannya.
Laporan juga menyoroti pentingnya kepemimpinan dalam mengelola transisi digital di berbagai sektor. Keterampilan dalam manajemen sumber daya dan operasional (41%), serta pengendalian kualitas (35%), menjadi semakin penting dalam menjaga efisiensi dan efektivitas organisasi di tengah ketidakpastian global.*