BREAKING NEWS
Senin, 02 Maret 2026

Pemberontak Kuasai Sebagian Besar Aleppo, Serangan Udara Rusia Kembali Guncang Kota Tertua Suriah

BITVonline.com - Sabtu, 30 November 2024 10:41 WIB
Pemberontak Kuasai Sebagian Besar Aleppo, Serangan Udara Rusia Kembali Guncang Kota Tertua Suriah
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ALEPPO, SURIAH – Ketegangan di Suriah kembali meningkat setelah pemberontak antipemerintah menguasai sebagian besar kota Aleppo, yang menjadi titik penting dalam pertempuran antara pasukan pemerintah dan kelompok-kelompok oposisi. Dalam perkembangan terbaru, serangan udara Rusia kembali mengguncang kota tersebut, menandai eskalasi signifikan dalam pertempuran yang telah berlangsung sejak 2016.

Menurut laporan Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), kelompok pemantau perang yang berbasis di Inggris, pemberontak yang dipimpin oleh Hayat Tahrir al-Sham (HTS) dan faksi-faksi sekutunya berhasil melancarkan serangan kilat yang membuat mereka menguasai sebagian besar kota dan sejumlah fasilitas penting, termasuk pusat pemerintahan dan penjara di Aleppo. HTS sendiri merupakan sebuah aliansi militan yang sebelumnya merupakan cabang Al-Qaeda di Suriah, yang kini menguasai wilayah besar di Idlib dan sebagian provinsi tetangga seperti Aleppo, Hama, dan Latakia.

Sejak Rabu lalu, pemberontak tersebut telah melancarkan serangan besar-besaran terhadap pasukan pemerintah Suriah yang didukung oleh kekuatan militer Rusia dan Iran. Gencatan senjata yang rapuh yang diterapkan di Lebanon, antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran, juga terjadi pada hari yang sama. Konflik antara Israel dan Hizbullah telah berlangsung sengit selama dua bulan terakhir, menambah ketegangan di kawasan tersebut.

Dalam perkembangan yang mengkhawatirkan, SOHR juga melaporkan bahwa pesawat tempur Rusia melancarkan serangan ke wilayah-wilayah kota Aleppo pada semalam, yang merupakan serangan udara pertama sejak 2016. Serangan ini menjadi indikasi jelas dari keterlibatan Rusia yang semakin intensif dalam mendukung pasukan pemerintah Suriah melawan pemberontak, meskipun ketegangan internasional terkait intervensi militer Rusia di Suriah terus berlanjut.

Perang yang berlangsung sengit ini telah menyebabkan korban jiwa yang signifikan. Dalam beberapa hari pertempuran terakhir, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 311 orang. Di antara mereka, 183 korban berasal dari pihak pemberontak HTS dan faksi-faksi sekutu yang mendapat dukungan dari Turki, sementara 100 lainnya merupakan tentara dan pasukan pro-pemerintah yang didukung Rusia dan Iran. Selain itu, 28 warga sipil juga turut menjadi korban dalam pertempuran ini.

Dengan kontrol yang semakin meluas oleh pemberontak di beberapa wilayah, termasuk Aleppo, dan keterlibatan Rusia yang semakin intens, situasi di Suriah kian mencekam. Berbagai pihak internasional pun memantau ketat perkembangan tersebut, mengingat dampaknya yang dapat meluas ke seluruh kawasan Timur Tengah.

Selain itu, meskipun beberapa perundingan damai dilakukan, gencatan senjata yang rapuh di Lebanon menunjukkan betapa sulitnya mencapai perdamaian di kawasan tersebut, di tengah keterlibatan berbagai aktor internasional yang memiliki kepentingan masing-masing.

Hingga saat ini, upaya untuk mencapai solusi politik yang komprehensif bagi Suriah tampaknya masih jauh dari kenyataan. Sementara itu, perang yang semakin memanas ini terus menambah penderitaan bagi rakyat Suriah, dengan banyaknya korban yang jatuh dan kota-kota yang hancur akibat serangan udara dan pertempuran darat.

Kehadiran pasukan asing seperti Rusia dan Iran, serta keterlibatan negara-negara lain dalam mendukung pihak-pihak yang bertikai, semakin memperumit upaya menuju perdamaian yang abadi di Suriah. Sebagai salah satu konflik terlama dalam sejarah modern, masa depan Suriah tetap menjadi tanda tanya besar, dengan dampak luas bagi stabilitas kawasan.

(JOHANSIRAIT)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru