DENPASAR – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai tidak hanya berfungsi sebagai pusat transportasi udara, tetapi juga sebagai gerbang utama yang mencerminkan wajah Bali di mata dunia.
Oleh karena itu, peran bandara dalam membentuk citra pariwisata Pulau Dewata menjadi sangat penting.
Hal tersebut disampaikan oleh mantan Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi/KNKT periode 2007-2015, Marsda TNI - Pur - Tatang Kurniadi, S.H., M.H., PSC, saat dimintai tanggapannya mengenai peran strategis bandara dalam mendukung citra pariwisataBali.
"Bandara adalah kesan pertama yang dirasakan wisatawan. Apa yang mereka lihat, rasakan, dan alami di sana akan melekat di ingatan. Karena itu, keamanan, kenyamanan, dan ketertiban kawasan bandara harus benar-benar dijaga," ujar Tatang kepada awak media, Minggu, 21 September 2025.
Sejalan dengan pandangan tersebut, PoldaBali bersama para driver Angkutan Sewa Khusus/ASK menggelar pertemuan tatap muka pada awal September lalu.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat/kamtibmas di lingkungan Bandara Ngurah Rai.
Tatang mengungkapkan bahwa langkah ini sangat penting, mengingat bandara merupakan objek vital yang tidak hanya terkait dengan aktivitas penerbangan, tetapi juga dengan citra pariwisataBali secara keseluruhan.
"Menjaga bandara bukan hanya tugas aparat keamanan. Sopir, pekerja bandara, maupun masyarakat pengguna jasa punya peran penting. Semua pihak harus bersinergi, taat aturan, dan mengedepankan sikap ramah," katanya.
Tatang menambahkan, bahwa pengalaman positif yang dirasakan wisatawan selama berada di bandara akan berpengaruh besar pada pandangan mereka terhadap pariwisataBali.
Sebaliknya, pengalaman buruk sekecil apa pun bisa berdampak pada nama baik pariwisataBali yang sudah dikenal dunia.
"Pelayanan yang humanis dan suasana yang kondusif akan membuat wisatawan pulang dengan pengalaman positif, sementara pengalaman buruk sekecil apa pun bisa berdampak pada nama baik pariwisata," ujar Tatang.
Dalam hal ini, ia menekankan bahwa pariwisata adalah nadi ekonomi Bali.
Oleh karena itu, memastikan bandara tetap aman, nyaman, dan tertib sama artinya dengan menjaga keberlangsungan hidup masyarakat Bali.
"Bandara Ngurah Rai harus menjadi pintu masuk yang memberi kesan positif bagi setiap wisatawan," pungkasnya.
PoldaBali bersama seluruh pihak yang terlibat di lingkungan Bandara Ngurah Rai terus berupaya memperkuat kolaborasi untuk menjaga ketertiban dan menciptakan suasana yang kondusif.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa Bandara Ngurah Rai tidak hanya menjadi tempat transit, tetapi juga menjadi cerminan kualitas pariwisataBali yang ramah, aman, dan nyaman bagi semua pengunjung.
Dengan komitmen bersama, diharapkan Bali dapat terus menjadi destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan domestik dan internasional, sekaligus mempertahankan reputasinya sebagai salah satu tujuan wisata terbaik di dunia.*
Editor
: Adelia Syafitri
Bandara Ngurah Rai, Etalase Bali yang Harus Dijaga Bersama