BREAKING NEWS
Minggu, 08 Maret 2026

PHI Tinjau Program CSR di Lapas Nunukan, Dorong Pemberdayaan Warga Binaan dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

gusWedha - Rabu, 01 Oktober 2025 23:09 WIB
PHI Tinjau Program CSR di Lapas Nunukan, Dorong Pemberdayaan Warga Binaan dan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melakukan kunjungan evaluasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR) di Lapas Nunukan pada 15 September 2025. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KALIMANTAN UTARA – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) melakukan kunjungan evaluasi program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL/CSR) di Lapas Nunukan pada 15 September 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya rutin PHI untuk memastikan program CSR yang dijalankan berjalan efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Kunjungan dipimpin oleh Senior Manager Relations PHI, Handri Ramdhani, bersama tim Communication Relations & CID (CRC) dari kantor pusat serta perwakilan wilayah Zona 8, 9, dan 10.

Baca Juga:

Dalam kesempatan tersebut, tim berdialog dengan pihak lapas serta penerima manfaat program seperti Aliansi Kerja Bebas Sampah (Akar Basah) dan Kelompok Usaha Bersama Disabilitas Batik (Kubedistik).

Handri Ramdhani menegaskan pentingnya monitoring program sebagai upaya menilai capaian serta tantangan di lapangan, sekaligus menyerap masukan guna perbaikan ke depan.

"Kami berkomitmen agar program CSR tidak hanya sejalan dengan operasional hulu migas, tapi juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs)," ujarnya.

PHI melalui Pertamina EP Tarakan Field mengembangkan program Kubedistik yang melatih warga binaan membuat produk batik, mulai dari kain hingga karya seni.

Produk tersebut menjadi keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah masa hukuman berakhir.

Pada 19 September 2025, manajemen PHI juga melakukan pertemuan dengan local hero Kubedistik di Tarakan untuk mendukung pengembangan program.

Selain itu, program Akar Basah fokus pada pemilahan dan daur ulang sampah plastik menjadi produk bermanfaat, seperti paving block yang digunakan di halaman lapas.

Program ini bertujuan mengurangi limbah botol plastik yang mencemari pesisir Nunukan, wilayah sentra produksi rumput laut, dengan mengubah botol bekas menjadi media tanam ramah lingkungan.

Manager Communication Relations & CID PHI, Dony Indrawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pihak lapas terhadap kelangsungan program.

"Kami melihat potensi besar untuk mengembangkan inisiatif serupa agar warga binaan lebih siap mandiri saat kembali ke masyarakat," ungkapnya.

Dony juga menambahkan bahwa keberhasilan program Akar Basah dan Kubedistik turut mendukung agenda transisi energi Pertamina menuju target net zero emission 2060.

"Inovasi ini tidak hanya soal lingkungan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal," imbuhnya.

Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PHI mengelola bisnis hulu migas di Regional 3 Kalimantan (Zona 8, 9, dan 10) dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Pada 2024, PHI mencatat produksi rata-rata 58,4 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan 621,2 juta standar kaki kubik gas per hari (MMSCFD).

PHI menegaskan komitmennya untuk menghadirkan operasi migas yang aman, efisien, ramah lingkungan, serta menyediakan energi berkelanjutan bagi negeri.*

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Breaking News! Kebakaran Hebat Melanda Kilang Dumai Milik Pertamina
Harga BBM Nonsubsidi di Sumut Naik Per Oktober 2025
Pemprov Sumut Dukung Pembangunan Lapas Baru di Asahan, Disiapkan untuk Narapidana Menjelang Bebas
Sempat Sepakat, Vivo Tiba-tiba Batalkan Pembelian BBM dari Pertamina: Ada Apa?
Lapas Labuhan Ruku Razia Kamar Safir dan Kontrol Beranggang, Antisipasi Potensi Gangguan Kamtib Aman
Menkeu Purbaya: Saya Bukan Juru Bayar, Pertamina Harus Serius Bangun Kilang Minyak Baru
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru