Kondisi paling parah terjadi di Kavling Alinda Permai, di mana warga terpaksa mengambil air dari mushola dan sumur tetangga karena aliran air rumah hampir tidak ada.
Herlina (42), warga setempat, mengeluhkan biaya tambahan untuk membeli air galon dan menggunakan jasa cuci pakaian, sementara tagihan PDAM tetap diterima.
Samsudin (55) menambahkan keluarganya harus menempuh jarak 200 meter untuk mengambil air setiap malam, sementara warga lainnya membuat penampungan darurat dari drum dan ember di halaman rumah.
Menanggapi keluhan, Direktur Utama Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, melakukan sidak ke lapangan dan menemukan gangguan distribusi serta tekanan air melemah, sehingga pihaknya melakukan rekayasa aliran dari dua sumber.
Ali menegaskan sebagian tagihan yang tetap muncul kemungkinan akibat kerusakan pelampung toren atau pipa bocor di rumah pelanggan, dan pihaknya akan memeriksa serta menyesuaikan tagihan bila terbukti kesalahan sistem.
Manajer Teknik, Lumar, menambahkan bahwa pihaknya memperkuat jaringan pipa distribusi baru agar tekanan air lebih kuat dan distribusi ke pelanggan lebih merata.
Ketua RW, Rahmat, meminta Perumda Tirta Patriot lebih transparan terkait gangguan atau perbaikan agar warga tidak baru mengetahui setelah berminggu-minggu tanpa air.*
(kum/dv30)
Editor
: Redaksi
Bekasi Utara Krisis Air, Warga Tetap Terima Tagihan PDAM