Prof. OK Saidin: Saatnya MABMI Satukan Kekuatan Puak Melayu Bangun Ekonomi dan Pendidikan
MEDAN Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI), Prof. Dr. H. OK. Saidin, SH, M.Hum bergelar Datuk Seri
NASIONAL
Menurut laporan penelitian lingkungan dan data kesehatan, paparan polutan dari PLTU batu bara diperkirakan menyebabkan hingga 6.500 kematian dini setiap tahun di Indonesia. Jika pembangunan PLTU terus berlanjut, angka tersebut bisa melonjak menjadi 20.000 lebih kematian dini per tahun.
Studi dari Universitas Harvard menunjukkan, setiap kenaikan 1 µg/m³ PM2.5 dari PLTU meningkatkan risiko kematian sebesar 1,12 persen—dua kali lipat dari rata-rata polusi PM2.5 dari sumber lainnya.
Paparan jangka panjang terhadap PM2.5 juga terbukti memicu kanker paru-paru, stroke, dan penyakit jantung iskemik. Kelompok paling terdampak adalah anak-anak, ibu hamil, dan lansia, yang memiliki sistem kekebalan lebih rentan terhadap polusi udara.
Para pegiat lingkungan dan masyarakat sipil menuntut pemerintah mengambil langkah konkret. Beberapa rekomendasi mendesak yang mereka ajukan meliputi:
Penerapan ketat standar emisi bagi seluruh PLTU, termasuk pemasangan teknologi desulfurisasi dan sistem kontrol polusi modern.
Evaluasi komprehensif terhadap dampak lingkungan dan kesehatan dari setiap PLTU yang beroperasi.
Percepatan transisi energi bersih, termasuk mendorong investasi di sektor energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan hidro.
Moratorium pembangunan PLTU baru, dan rencana penghentian bertahap PLTU eksisting yang paling mencemari.
PLTU Sebalang hanyalah satu dari puluhan PLTU batu bara di Indonesia yang menyisakan jejak kerusakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Meski menjadi bagian dari strategi pemenuhan kebutuhan energi, pendekatan berbasis batu bara terbukti menyisakan biaya sosial dan ekologis yang sangat tinggi.
Kini, pilihan ada di tangan pemerintah dan masyarakat. Apakah kita akan terus menormalisasi polusi dan kematian dini sebagai bagian dari 'pembangunan'? Atau mulai beralih menuju masa depan energi yang bersih dan berkeadilan?
"Setiap suara, setiap aksi, bisa menjadi bagian dari solusi. Masa depan anak cucu kita tidak boleh dibayar dengan napas yang sesak dan laut yang mati."*
(M/006)
MEDAN Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI), Prof. Dr. H. OK. Saidin, SH, M.Hum bergelar Datuk Seri
NASIONAL
BANDA ACEH Pemerintah Aceh akan segera menentukan status penanganan bencana hidrometeorologi setelah masa Transisi Darurat menuju Pemuli
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ketua Umum DPP Persatuan Alumni GMNI Prof. Arief Hidayat menilai kondisi penegakan hukum di Indonesia masih menghadapi berbagai
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tim kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, belum memutuskan ap
HUKUM DAN KRIMINAL
YOGYAKARTA Anakanak mencakup hampir 30 persen dari total penduduk Indonesia. Jumlah yang besar tersebut menjadikan pemenuhan hak anak s
NASIONAL
JAKARTA Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 273/PUUXXIII/2025 yang melarang penghapusan sisa kuota internet secara sepihak dinilai m
NASIONAL
JAKARTA Rapper asal Amerika Serikat, Kanye West atau yang kini dikenal dengan nama Ye, dipastikan akan menggelar konser perdananya di In
ENTERTAINMENT
JAKARTA Program Bedah Rumah pemerintah selangkah lagi memiliki aturan baru. Rancangan Peraturan Menteri (Rapermen) tentang Program Bedah
NASIONAL
BANDA ACEH Kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh yang menyerahkan pengelolaan tata kelola parkir publik kepada pihak swasta menda
PEMERINTAHAN
PENAJAM PASER UTARA Kabar duka datang dari lingkungan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN). Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi
PERISTIWA