BREAKING NEWS
Senin, 27 Juli 2026

30 Persen Penduduk Indonesia Adalah Anak-anak, UGM Ungkap Akses Kesehatan dan Pendidikan Belum Merata

Nurul - Sabtu, 25 Juli 2026 21:47 WIB
30 Persen Penduduk Indonesia Adalah Anak-anak, UGM Ungkap Akses Kesehatan dan Pendidikan Belum Merata
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

YOGYAKARTA Anak-anak mencakup hampir 30 persen dari total penduduk Indonesia.

Jumlah yang besar tersebut menjadikan pemenuhan hak anak sebagai salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa.

Peneliti Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan (PSKK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Basilica Dyah Putranti, menilai anak harus dipandang sebagai investasi jangka panjang yang kelak menjadi bagian dari kelompok usia produktif dan penopang pembangunan nasional.

Baca Juga:

Hal itu disampaikannya dalam siniar bertajuk "Anak Sebagai Penduduk Masa Depan: Antara Kerentanan dan Ketangguhan", Jumat (24/7/2026).

"Anak adalah investasi masa depan yang kelak akan memasuki usia produktif dan menjadi penopang keberlanjutan kehidupan masyarakat," kata Basilica.

Perempuan yang akrab disapa Lica itu menjelaskan, Indonesia kini menghadapi perubahan struktur demografi.

Jika sebelumnya tantangan terbesar adalah ledakan jumlah penduduk, kini kondisi mulai bergeser ke meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia dan menurunnya angka kelahiran.

"Nah kalau kita lihat trennya di Indonesia, tantangannya sekarang terkait perubahan demografi. Dulu kita menghadapi ledakan penduduk, sekarang jumlah penduduk usia lanjut semakin meningkat, dan malah jumlah penduduk usia muda atau angka kelahiran justru menurun," ujarnya.

Menurut Lica, kondisi tersebut membuat kualitas tumbuh kembang anak menjadi semakin penting.

Anak tidak seharusnya dipandang hanya sebagai angka dalam statistik kependudukan, melainkan sebagai modal manusia yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

"Ia harus kita pandang sebagai seseorang yang punya keahlian, dan potensinya yang harus diasah untuk menjadi manfaat bagi keberlanjutan," tuturnya.

Lica mengatakan kondisi anak harus dilihat secara menyeluruh, mulai dari kesehatan, pendidikan, kondisi psikososial, hingga dukungan yang diberikan keluarga dan lingkungan.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Aturan Baru Program Bedah Rumah Segera Terbit, Syarat Penerima Bantuan Akan Dipermudah
Ribuan Demonstran Bersorak! Menteri Pendidikan India Mundur usai Skandal Kebocoran Soal Ujian Rugikan 2 Juta Peserta
Anak Down Syndrome Tampil Memukau di Hari Anak Nasional Medan, Rico Waas: Masa Depan Kota Ada di Tangan Mereka
Kiran dan Tania Curi Perhatian di Hari Anak Nasional Medan, Rico Waas: Anak Indonesia Berpotensi Besar
Nommensen Festival 2026: Ketika Hiburan Lebih Diutamakan daripada Pendidikan dan Penelitian
Kemendikdasmen Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah pada 2026, Libatkan 1,1 Juta Tenaga Kerja
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru