BREAKING NEWS
Rabu, 09 September 2026

5 Jurnalis Hilang Misterius Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, IMO Desak Gubernur Banten Gerak Cepat

gusWedha - Rabu, 09 September 2026 21:54 WIB
5 Jurnalis Hilang Misterius Saat Liput Erupsi Anak Krakatau, IMO Desak Gubernur Banten Gerak Cepat
Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub F. Ismail. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANTEN - Lima jurnalis hilang kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda. Ikatan Media Online (IMO) Indonesia mendesak seluruh pihak terkait memperkuat koordinasi dan memperluas pencarian untuk menemukan keberadaan mereka.

Kelima wartawan tersebut dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026). Mereka diketahui berlayar menggunakan kapal untuk mendokumentasikan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Ketua Umum IMO-Indonesia Yakub F. Ismail meminta proses pencarian dilakukan secara maksimal dengan melibatkan seluruh sumber daya yang memungkinkan. Menurutnya, kondisi geografis Selat Sunda dan aktivitas Gunung Anak Krakatau membutuhkan respons cepat serta terkoordinasi.

Baca Juga:

"Kondisi geografis Selat Sunda dan aktivitas GAK memerlukan respons cepat dan terkoordinasi, serta perlu melibatkan segala sumber daya yang memungkinkan," kata Yakub di Sekretariat IMO-Indonesia, Kebayoran Lama, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Yakub juga meminta Gubernur Banten Andra Soni memberikan perhatian khusus terhadap proses pencarian lima jurnalis tersebut. Menurutnya, posisi geografis Banten yang berhadapan langsung dengan Selat Sunda membuat pemerintah daerah memiliki kepentingan dalam memastikan keselamatan masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut.

"Atas pertimbangan tersebut, Gubernur Banten perlu untuk memberikan atensi khusus terhadap persoalan ini," ujarnya.

Ia menegaskan perhatian pemerintah daerah bukan berarti mengambil alih kewenangan Basarnas, TNI, Polri maupun instansi teknis lainnya. Menurutnya, dukungan pemerintah daerah diperlukan agar seluruh unsur di wilayah Banten dapat bergerak secara optimal.

"Upaya tersebut semata memastikan bahwa seluruh unsur di wilayah Banten dapat bergerak dan memberikan dukungan secara optimal," jelasnya.

IMO-Indonesia juga meminta Pemprov Banten memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam operasi pencarian. Koordinasi tersebut antara lain dengan Basarnas, TNI, Polri, BPBD, Syahbandar, pemerintah kabupaten/kota serta masyarakat setempat.

Yakub menilai pencarian di wilayah laut tidak bisa dilakukan secara sektoral atau sporadis. Keterlibatan masyarakat pesisir dan nelayan, kata dia, juga penting untuk membantu memperluas pemantauan terhadap kemungkinan lokasi terakhir kapal maupun keberadaan para jurnalis.

"Pada konteks ini, pemerintah daerah dapat menjadi salah satu simpul koordinasi penting dan strategis dalam memperkuat dukungan terhadap operasi pencarian yang secara otoritatif dipimpin oleh lembaga yang memiliki mandat yang jelas dan kuat," pungkasnya.

Hingga Rabu (9/9/2026), upaya pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau masih terus dilakukan.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Spesial di Hari Pelanggan Nasional, Pertamina Kasih Kejutan Buat Pengguna Setia LPG Non-Subsidi di Banda Aceh
Taktik Menyamar Membuahkan Hasil! Program Undercover Polres Binjai Sukses Ciduk Dua Pengedar dan Sita Sabu Nyaris 3 Gram
Bisnis Haram Berkedok Vaping: Polres Binjai Tangkap Dua Pengedar Cartridge Pod Berisi Narkotika Etomidate
Bupati Asahan Lepas Pawai Kebangsaan dan Bagikan Ribuan Bendera Merah Putih
Sekretaris SEMMI Kota Binjai Apresiasi Kinerja Sat Narkoba Polres Binjai, Dorong Pemberantasan Narkoba hingga Tuntas
Ungkap 16 Kasus dalam Sebulan, KNPI Kota Binjai Apresiasi Kinerja Sat Narkoba Polres Binjai
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru