Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam agenda pemusnahan barang bukti narkoba yang digelar oleh Polri di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Rabu (29/10/2025). (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menghadiri langsung agenda pemusnahan barang bukti narkoba yang digelar oleh Polri di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Rabu (29/10/2025).
Narkoba yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan kasus sepanjang periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025.
Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengapresiasi kehadiran Presiden Prabowo yang menurutnya di luar ekspektasi.
"Kehadiran Bapak hari ini sebenarnya di luar ekspektasi kami," ujar Kapolri.
Kapolri menjelaskan, Polri sebelumnya telah melaporkan agenda pemusnahan barang bukti kepada Presiden saat pertemuan di Bandara Halim.
Prabowo pun langsung menyatakan kesediaannya hadir dan bahkan menegaskan akan hadir jika ada pengungkapan besar lain, termasuk pabrik narkoba.
"Ini membuat seluruh anggota kami sangat termotivasi," kata Jenderal Listyo Sigit.
Total barang bukti yang dimusnahkan mencapai 214,84 ton. Narkoba tersebut berhasil disita oleh Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri serta jajaran polda di seluruh Indonesia.
Sebelumnya, Polri mencatat sebanyak 197,71 ton narkoba berhasil disita sepanjang Januari hingga Oktober 2025, melalui 38.934 kasus narkoba yang melibatkan 51.763 tersangka.
Barang bukti terdiri dari ganja 184,64 ton, sabu-sabu 6,95 ton, ekstasi 1.458.078 butir, tembakau gorila 1,87 ton, serta kokain, heroin, ketamin, dan jenis lainnya.
Selain pemusnahannarkoba, Polri juga mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) hasil kejahatan narkoba sepanjang Januari–Oktober 2025.
Dari 22 kasus dengan 29 tersangka, total aset yang disita mencapai Rp 221,3 miliar, termasuk uang tunai Rp 18,8 miliar serta aset bergerak dan tidak bergerak senilai Rp 202,5 miliar.