Gubernur NTT Ajak Lulusan UKAW Jadi Pencipta Lapangan Kerja, Bukan Pencari Kerja
KUPANG Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan pesan penting kepada 464 wisudawan Universitas Kris
PEMERINTAHAN
BLITAR – Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, mengingatkan dunia internasional bahwa kolonialisme belum benar-benar berakhir, hanya berganti bentuk.
Pernyataan itu disampaikan dalam seminar internasional "70 Tahun Konferensi Asia–Afrika (KAA)" yang berlangsung di Museum Bung Karno, Blitar, Jawa Timur, Sabtu (1/11/2025).
Megawati menegaskan, jika dulu penjajahan hadir melalui meriam dan kapal perang, kini bentuknya muncul melalui data dan algoritma.Baca Juga:
"Manusia direduksi menjadi angka, data menjadi komoditas," ujar Megawati di hadapan para akademisi dari 32 negara.
Menurut Megawati, teknologi seperti Artificial Intelligence (AI), big data, dan sistem keuangan digital lintas batas telah melahirkan bentuk baru imperialisme global.
Negara maju menguasai data dan algoritma, sementara negara berkembang hanya menjadi pengguna tanpa kontrol penuh.
Pernyataan Megawati didasarkan pada riset internasional, termasuk UNCTAD Digital Economy Report 2024, yang menunjukkan 70 persen data dunia dikuasai oleh sejumlah raksasa teknologi global, seperti Google, Amazon, Meta, dan Microsoft, mayoritas berbasis di Amerika Serikat dan Eropa.
Sementara itu, Indonesia dan negara berkembang lainnya menjadi pasar sekaligus pemasok data, sering kali tanpa kedaulatan penuh atas infrastrukturnya.
"Dunia membutuhkan a new global ethics, aturan moral global baru, untuk menata kembali kekuasaan dalam ranah teknologi, ekonomi, dan informasi," lanjut Megawati.
Ia menekankan pentingnya regulasi global agar teknologi tidak menjadi alat penindasan baru, sebagaimana sebelumnya dilakukan kolonialisme klasik.
Megawati juga menekankan peran Pancasila sebagai falsafah universal untuk menyeimbangkan dunia material dan spiritual, hak individu dan tanggung jawab sosial, serta kedaulatan nasional dan solidaritas antarbangsa.
"Dunia yang tidak diatur oleh algoritma tanpa hati nurani, tetapi oleh nilai-nilai Pancasila yang memuliakan kehidupan," pungkasnya.
KUPANG Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menyampaikan pesan penting kepada 464 wisudawan Universitas Kris
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., memimpin kegiatan Pakta Integritas dan Pengambilan Sumpah Penerimaan
NASIONAL
SEMARANG Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sebuah perusahaan di Kabupaten Semarang pa
NASIONAL
JAKARTA Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya, mengungkapkan bahwa terdapat 16 orang ya
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Analis Kebijakan Publik, Said Didu, berpendapat bahwa perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah (Timteng) lebih banyak membaw
NASIONAL
JAKARTA Duka mendalam menyelimuti jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI) atas gugurnya tiga prajurit yang tergabung dalam Satgas UNIFI
SOSOK
JAKARTA Pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan bahwa harga bahan bakar minyak (B
EKONOMI
MEDAN Kasus pencemaran nama baik yang melibatkan Roy Suryo dan Dokter Tifa terkait tuduhan ijazah Presiden ke7 Jokowi terus berkembang.
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Terdakwa dalam kasus dugaan korupsi proyek instalasi komunikasi dan pembuatan video profil desa, Amsal Sitepu, telah dikeluarkan d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan bahwa kebijakan optimalisasi program Makan Bergizi Gr
EKONOMI