BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

Putusan Tribunal Menanti, Putra Sheikh Hasina Khawatir Ibunya Dijatuhi Hukuman Mati:Joy Mengatakan India Beri Perlindungan Penuh”

Raman Krisna - Senin, 17 November 2025 13:40 WIB
Putusan Tribunal Menanti, Putra Sheikh Hasina Khawatir Ibunya Dijatuhi Hukuman Mati:Joy Mengatakan India Beri Perlindungan Penuh”
Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, Perdana Menteri India adalah Narendra Modi, dan putra Sheikh Hasina, Sajeeb Wazed Joy. (foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Menjelang pembacaan putusan Mahkamah Kejahatan Khusus Bangladesh (International Crimes Tribunal/ICT) pada Senin ini, putra mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina, Sajeeb Wazed Joy, menyampaikan kekhawatirannya bahwa ibunya kemungkinan besar akan dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati.

Meski demikian, Joy menegaskan bahwa Hasina berada dalam kondisi aman karena tengah hidup dalam pengasingan di India yang, menurutnya, memberikan "perlindungan penuh" terhadap ibunya.

Dalam wawancara eksklusif dengan Reuters, Joy mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi arah putusan tersebut.

Baca Juga:

"Kami sudah tahu apa putusannya. Mereka menayangkannya di televisi. Mereka akan menyatakannya bersalah. Dan mungkin akan menjatuhkan hukuman mati," ujarnya.Namun ia menegaskan kembali bahwa Hasina berada di bawah penjagaan ketat pemerintah India.

"Tidak akan terjadi apa-apa pada ibu saya. Ibu saya aman di India. India memberinya perlindungan penuh dan memperlakukannya layaknya kepala negara," kata Joy.

Latar Belakang Kasus
Sheikh Hasina, yang memimpin Bangladesh selama lebih dari 15 tahun sebelum digulingkan pada Agustus 2024, kini menghadapi dakwaan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Dakwaan ini berkaitan dengan penanganan keras terhadap protes mahasiswa dan rakyat yang mengguncang negara tersebut antara Juli hingga awal Agustus tahun lalu.Sebuah laporan PBB mencatat bahwa dalam rentang 15 Juli hingga 5 Agustus 2024, sekitar 1.400 orang tewas dan ribuan lainnya mengalami luka-luka.

Sebagian besar korban meninggal akibat tembakan aparat keamanan, menjadikannya periode kekerasan politik paling buruk sejak kemerdekaan Bangladesh.Hasina melarikan diri ke India pada Agustus 2024 setelah tekanan publik meningkat tajam. Sejak itu, ia menetap di New Delhi dan menolak kembali ke Bangladesh menghadapi persidangan.

Pengadilan telah mengeluarkan perintah penangkapan dan sebelumnya menjatuhkan hukuman enam bulan penjara terhadapnya dalam kasus penghinaan pengadilan, yang juga diputus secara in absentia.

Menanti Putusan yang Menentukan
Putusan dalam kasus Hasina dan dua terdakwa lainnya akan diumumkan hari ini.

Jika dinyatakan bersalah atas tuduhan genosida atau kejahatan terhadap kemanusiaan, maka ini akan menjadi putusan pertama dalam sejarah Bangladesh terhadap seorang mantan pemimpin pemerintahan di tingkat tertinggi oleh tribunal tersebut.Pihak keamanan Bangladesh telah meningkatkan kewaspadaan menjelang pembacaan putusan, seiring kekhawatiran bahwa hasil persidangan dapat memicu gejolak baru.

Kelompok pendukung Hasina sebelumnya telah memperingatkan kemungkinan aksi massa jika putusan dianggap tidak adil atau bermotif politik.India, Perlindungan, dan Dimensi Geopolitik
Pernyataan Joy mengenai perlindungan dari India menyoroti dimensi geopolitik dalam kasus ini.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jika Hasina Dijatuhi Hukuman Mati, Tak Ada yang Akan Dibiarkan Hidup — Ancaman Datang dari Nomor India
Sheikh Hasina dan Jalan Panjang Menuju Pengadilan: Dari Krisis Jalanan hingga Menjelang Vonis
Medan Indian Film Week 2025: Nikmati Film India Gratis di Grand City Hall!
Konsul Jenderal India di Medan Perkuat Hubungan Bilateral dengan Pemerintah Daerah di Pulau Nias
Sumut Sambut Hangat Rencana Investasi India, Gubernur Bobby Tawarkan Peluang Strategis di Berbagai Sektor
PLTS Cuma 3 Sen per kWh di India? Bahlil: Saya Kirim Tim ke Sana!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru