JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Desember 2025 akan menjadi periode puncak musim hujan di Indonesia.
Beberapa wilayah bahkan berpotensi mencatat curah hujan bulanan lebih dari 300 milimeter (mm) dengan hujan per dasarian melampaui 150 mm, terutama di Jawa.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan fenomena ini sejalan dengan dinamika atmosfer maritim yang sedang aktif.
"Desember berada dalam puncak musim hujan; BMKG memproyeksikan peningkatan hujan lebat-ekstrem yang meluas," ujar Guswanto.
BMKG menambahkan, faktor ENSO saat ini berada pada kisaran La Niña lemah hingga netral, yang secara historis berkorelasi dengan curah hujan di atas normal pada akhir tahun.
Hingga menjelang Desember, 72,7 persen Zona Musim (ZOM) di Indonesia telah resmi memasuki musim hujan, menandai kelembapan tinggi dan pola hujan harian yang intens.
Sejumlah wilayah diprediksi mengalami peningkatan risiko cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat disertai petir, angin kencang, banjir, banjir bandang, longsor, serta gelombang tinggi.
BMKG menekankan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting.
"Peningkatan curah hujan dan cuaca ekstrem menuntut mitigasi mulai dari penataan drainase, peningkatan kapasitas sistem pengendalian banjir, pemeriksaan area rawan longsor, hingga persiapan logistik darurat," kata Guswanto.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk aktif memantau peringatan dini yang diperbarui setiap hari, guna mengurangi risiko bencana dan menjaga keselamatan selama puncak musim hujan.*
(km/um)
Editor
: Adelia Syafitri
BMKG Prediksi Desember 2025 Jadi Puncak Musim Hujan, Intensitas Curah Hujan Capai 300 mm