BREAKING NEWS
Kamis, 12 Maret 2026

Aceh Dilanda Banjir, Infrastruktur Rusak Lebih Parah Dibanding Tsunami

Adelia Syafitri - Senin, 01 Desember 2025 23:34 WIB
Aceh Dilanda Banjir, Infrastruktur Rusak Lebih Parah Dibanding Tsunami
DPR RI TA Khalid. (Foto: Tangkapan Layar @ta.khalid / IG)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH UTARA – Anggota DPR RI TA Khalid menilai banjir yang melanda Aceh saat ini berdampak lebih parah dibanding tsunami 2004 lalu.

Hal ini dikemukakan Khalid saat meninjau bantuan korban banjir di Bandara Sultan Malikussaleh, Aceh Utara, Senin (1/12/2025).

"Dulu tsunami menelan korban jiwa ribuan orang, namun akses jalannya bisa dibuka tiga hari setelah bencana. Saat ini, hingga hari ke-11, sejumlah wilayah masih terisolasi. Dampaknya terhadap infrastruktur jauh lebih luas dan parah," ujar TA Khalid.

Baca Juga:

Politikus Partai Gerindra ini menjelaskan, hampir seluruh daerah yang terdampak banjir mengalami kerusakan fasilitas publik, termasuk sekolah, rumah, jalan, dan jembatan.

Khalid menilai luasnya wilayah terdampak layak ditetapkan sebagai bencana nasional.

Berdasarkan data sementara, banjir dan longsor di Aceh telah menewaskan 156 orang dan melukai 1.838 jiwa.

Sebanyak 955.322 warga atau 214.940 kepala keluarga terdampak bencana di 18 kabupaten/kota.

Untuk mempercepat distribusi bantuan, Bandara Sultan Malikussaleh menjadi pusat pengiriman logistik lewat jalur udara, sementara Pelabuhan Krueng Geukuh menjadi titik distribusi melalui jalur laut.

Khalid yang datang bersama pesawat Hercules membawa bantuan darurat mengatakan, DPR RI telah meminta pemerintah menetapkan status bencana nasional.

"Perbandingannya jelas. Saat tsunami, hanya infrastruktur di tiga kabupaten yang rusak parah. Sekarang, hampir seluruh wilayah terdampak," tambahnya.

Banjir Aceh menambah daftar panjang bencana alam yang menimbulkan kerugian besar di Provinsi Aceh, sekaligus menjadi peringatan bagi pemerintah untuk memperkuat mitigasi bencana di masa mendatang.*

(k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru