Prabowo: Rakyat Lihat Pemerintah Cepat Mengatasi Masalah Bencana
- Sabtu, 06 Desember 2025 08:21 WIB
Presiden Prabowo Subianto dalam acara Doa Bersama memperingati Hari Ulang Tahun ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 5 Desember 2025. (foto: tangkapan layar yt DPP PARTAI GOLKAR OFFICIAL)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan ketangguhan Indonesia dalam menghadapi berbagai bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah Tanah Air.
Pernyataan itu ia sampaikan dalam acara Doa Bersama memperingati Hari Ulang Tahun ke-61 Partai Golkar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat, 5 Desember 2025.
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut Indonesia sebagai bangsa yang besar dan kuat, yang mampu bertahan di tengah rangkaian bencana yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat sejak akhir November.
"Kita mengalami cobaan, kita mengalami badai, kita mengalami bencana. Tapi bangsa kita kuat, utuh, dan mampu mengatasi semua cobaan," ujar Prabowo.
Presiden juga menegaskan bahwa pemerintah merespons cepat setiap bencana yang terjadi.
Menurut dia, masyarakat dapat merasakan kehadiran negara sejak hari pertama musibah melanda.
"Rakyat melihat pemerintah bereaksi cepat mengatasi masalah. Begitu ada musibah di wilayah mana pun, negara langsung hadir," katanya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo mengumumkan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat armada udara nasional.
Mulai Januari tahun depan, pemerintah akan mendatangkan 200 helikopter tambahan yang akan digunakan untuk operasi kebencanaan sekaligus mendukung kebutuhan pertahanan.
Prabowo menyebut lima helikopter baru telah tiba pekan ini, menyusul pengiriman lima pesawat angkut Hercules C-130J beberapa bulan lalu dan Airbus A400 beberapa minggu sebelumnya.
"Bangsa kita berada dalam 'ring of fire'. Karena itu, kita harus siap menghadapi skenario terburuk. Tidak bisa saat terjadi bencana atau perang, kita baru mencari helikopter," ujar Presiden Ke-8 RI itu.
Prabowo menekankan bahwa investasi alutsista bukan semata-mata untuk memperkuat pertahanan, tetapi juga menjadi elemen penting dalam sistem penanggulangan bencana nasional.
Menurut dia, negara harus memiliki kapasitas mobilisasi cepat, terutama ketika menghadapi bencana berskala besar.
Pemerintah, kata dia, tidak ingin mengulang situasi masa lalu ketika keterbatasan armada menghambat proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Prabowo menutup pidatonya dengan seruan agar Indonesia terus memperkuat kesiapsiagaan nasional, mengingat letak geografis negara yang berada di zona rawan gempa, tsunami, dan aktivitas vulkanik.*