300 Pramuka Siaga Ramaikan “Pesta Siaga” di Raman Utara, Belajar Keterampilan Hidup Secara Langsung
LAMPUNG TIMUR Sebanyak 300 Pramuka Siaga dari berbagai Gugus Depan seKecamatan Raman Utara mengikuti kegiatan Pesta Siaga di SDN 1 Rama
NASIONAL
BANDUNG — Ratusan aktivis, petani, seniman, dan mahasiswa dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Barat mengepung Gedung DPRD Jawa Barat, Selasa, 9 Desember 2025.
Massa yang tergabung dalam Gerakan Reforma Agraria dan Lingkungan Hidup Se-Jawa Barat itu menuntut pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konsesi lahan yang dinilai timpang dan merugikan masyarakat.
Aksi digelar bertepatan dengan peringatan Hari Hak Asasi Manusia dan Hari Anti Korupsi Sedunia.Baca Juga:
Para peserta membawa spanduk dan poster yang menyoroti dugaan ketidakadilan dalam pengelolaan ruang hidup di wilayah Jawa Barat.
Koordinator aksi, Wahyudin Iwang, mengatakan ketimpangan penguasaan lahan di Jawa Barat terus meningkat dari tahun ke tahun.
"Rakyat semakin tergusur, akses terhadap ruang semakin sulit. Ketimpangan penguasaan lahan hingga hari ini masih terjadi," ujar Direktur Eksekutif Walhi Jawa Barat itu.
Menurut Iwang, banyak konsesi lahan masih diberikan kepada korporasi yang justru memicu degradasi lingkungan dan alih fungsi lahan yang tak terkendali.
"Selama ini lahan diberikan kepada pengusaha yang tidak mampu mengelola, menyebabkan kerusakan, dan memperparah krisis iklim," katanya.
Massa menuntut DPRD dan pemerintah membentuk panitia khusus untuk mengevaluasi seluruh izin konsesi, termasuk di wilayah Perhutani, PTPN, serta BKSDA.
Evaluasi dianggap penting untuk memastikan keadilan agraria dan akses ruang hidup bagi masyarakat.
"Kami mendesak dibentuknya pansus untuk meninjau kembali semua izin. Rakyat makin sulit mengakses lahan, sementara korporasi terus diutamakan," kata Iwang.
Selain evaluasi perizinan, peserta aksi meminta pemerintah membuka kembali akses lahan bagi warga yang selama ini tersisih oleh kebijakan konsesi.
Mereka menilai praktik pengelolaan lahan yang ada tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga menimbulkan kerugian negara dalam upaya pemulihan lingkungan.*
(k/dh)
LAMPUNG TIMUR Sebanyak 300 Pramuka Siaga dari berbagai Gugus Depan seKecamatan Raman Utara mengikuti kegiatan Pesta Siaga di SDN 1 Rama
NASIONAL
PRINGSEWU Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah sekaligus memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan HUT ke80 Pers
KESEHATAN
PRINGSEWU Kwartir Ranting (Kwarran) Pramuka Sukoharjo menggelar Ramadhan Scouting Competition (RSC) 2026 di Lapangan Dirgahayu, Pekon Su
NASIONAL
PALEMBANG Ballroom Hotel Excelton malam itu dipenuhi kehangatan dan semangat kekeluargaan. Bukan sekadar pertemuan alumni, tapi ruang te
NASIONAL
PUNCAK JAYA Personel Satgas Tindak Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menggelar kegiatan pembinaan bagi generasi muda di wilayah pegunun
NASIONAL
TANGGAMUS Seorang pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Tanggamus dit
PERISTIWA
PESAWARAN Bupati Pesawaran, Nanda Indira B, meninjau langsung lokasi terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Tegineneng, Sen
PERISTIWA
TANGGAMUS Aditya, remaja berusia 13 tahun warga Pekon Sinar Banten, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus, dilaporkan tenggelam d
PERISTIWA
PRINGSEWU Aksi pencurian sapi yang diduga dilakukan secara terorganisir di Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, berakhir dramatis.
HUKUM DAN KRIMINAL
TANGGAMUS Aksi percobaan pencurian dengan pemberatan di Pekon Way Gelang, Kecamatan Kota Agung Barat, Kabupaten Tanggamus, berakhir deng
HUKUM DAN KRIMINAL