Bantuan tersebut akan didelegasikan kepada Muhammadiyah sebagai organisasi kemanusiaan yang memiliki jejaring luas dan pengalaman dalam penanganan bencana.
"Ini bukan bantuan G2G (government to government). Jadi bukan dari negara Uni Emirat Arab, melainkan dari NGO (non-government organization)," ujar Bobby, Sabtu (20/12/2025).
Bobby menjelaskan, karena bersumber dari NGO, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyerahkan sepenuhnya penyaluran bantuan tersebut kepada Muhammadiyah.
Hal ini sekaligus memastikan bantuan sampai tepat sasaran dan tidak dikembalikan ke negara asalnya.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan.
"Dalam kerja-kerja kemanusiaan, Muhammadiyah tidak mempermasalahkan status kebencanaan. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, di situlah Muhammadiyah bergerak," ujarnya.
Haedar menekankan prinsip Muhammadiyah dalam merespons bencana: sedikit bicara, banyak bekerja, cepat, dan tepat sasaran.
Ia memastikan bantuanberas dari UEA akan segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud komitmen Muhammadiyah dalam pelayanan kemanusiaan dan kebangsaan.
Bantuan ini menjadi bagian dari respons cepat terhadap bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, sekaligus menunjukkan peran organisasi kemanusiaan dalam memperkuat sinergi pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana.*
(vo/ad)
Editor
: Adam
Bobby Tegaskan Bantuan 30 Ton Beras dari UEA Tetap Disalurkan ke Warga Banjir Lewat Muhammadiyah