"Keluhan terbanyak tentu gatal-gatal karena masyarakat sering bergelut dengan air dan lumpur. Selebihnya batuk, sakit gigi, demam flu, dan beberapa keluhan lainnya," ujar Kak Na.
Selain di Meunasah Matang Linya, Kak Na dan tim juga menyalurkan bantuan di posko Gampong Geumpang Bungkok Kecamatan Baktiya dan Gampong Buket Padang Kecamatan Tanoh Jamboe Aye.
Kak Na menekankan, bantuan yang disalurkan berasal dari masyarakat, lembaga lokal, nasional, dan internasional, bukan bantuan pribadi.
"Kami hanya menyalurkan bantuan dari saudara se-Indonesia dan lembaga yang peduli dengan warga terdampak bencana," kata Kak Na.
Di lokasi, Kak Na juga mendengarkan kisah menegangkan warga terdampak banjir. Salah satunya Keluarga Rusli, yang bertahan 30 jam di atas pohon kelapa saat banjir melanda.
Wirda, bocah berusia 4 tahun, bersama ayahnya bertahan di pohon sambil menghadapi arus banjir yang cepat.
Ibunda Wirda, Kasmadewi, menceritakan bagaimana mereka hanyut dan terluka sebelum akhirnya berhasil selamat.
Kegiatan Kak Na dan TP PKK Aceh ini menjadi bukti perhatian langsung pimpinan Aceh terhadap kesehatan dan keselamatan warga terdampak bencana.*
(dh)
Editor
: Adam
Kak Na dan TP PKK Aceh Jadi Apoteker Dadakan di Posko Pengungsian Meunasah Matang Linya