Jembatan darurat ini dibangun untuk menghubungkan kembali jalur nasional Banda Aceh–Medan yang sempat terputus akibat banjir bandang beberapa waktu lalu.
Jembatan utama Kuta Blang sebelumnya ambruk diterjang derasnya arus sungai, mengganggu mobilitas masyarakat serta distribusi logistik antara Kabupaten Bireuen dan Aceh Utara.
Dalam peninjauan, Wagub Aceh menyampaikan bahwa pembangunan jembatan hampir rampung dan segera dapat difungsikan.
"Alhamdulillah, hari ini progresnya sudah mencapai 98 persen. Tinggal pemasangan lantai jembatan. Setelah itu akan dilakukan uji coba muatan.
Insya Allah malam ini sudah bisa dilewati, dan besok pagi lalu lintas dipastikan kembali lancar," ujar H. Fadhlullah.
Jembatan Bailey Kuta Blang dirancang mampu menampung kendaraan dengan beban maksimal 30 ton dan tinggi maksimal empat meter, sehingga dapat melayani kendaraan logistik dan transportasi masyarakat secara aman.
Wagub Aceh juga memberikan apresiasi kepada TNI, Polri, serta jajaran Kementerian PUPR dan Pemerintah Aceh yang bekerja siang-malam untuk mempercepat pembangunan jembatan darurat ini.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI, Polri, dan Kementerian PUPR yang membantu Pemerintah Aceh menyelesaikan pembangunan jembatan. Pemerintah Aceh, dengan dukungan pusat, terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama warga terdampak bencana," katanya.
Pembangunan Jembatan Bailey Kuta Blang menjadi bagian dari upaya percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana banjir bandang di wilayah tengah dan timur Aceh.
Dengan difungsikannya jembatan ini, aktivitas ekonomi, pelayanan publik, dan distribusi bantuan kemanusiaan diharapkan segera kembali normal.