BREAKING NEWS
Jumat, 13 Maret 2026

Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump, Prabowo: Mari Bersama

Abyadi Siregar - Kamis, 22 Januari 2026 20:52 WIB
Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump, Prabowo: Mari Bersama
Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026. (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menilai bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza sebagai peluang sejarah untuk mendorong perdamaian di Palestina.

Dewan tersebut dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan diumumkan dalam pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Kamis, 22 Januari 2026.

"Ini kesempatan bersejarah, benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza," kata Prabowo kepada wartawan di sela agenda Davos.

Baca Juga:

Menurut Prabowo, kondisi kemanusiaan di Gaza menunjukkan perbaikan dibandingkan periode sebelumnya.

Ia menyebut penderitaan warga sipil mulai berkurang seiring meningkatnya arus bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.

"Penderitaan rakyat Gaza sudah sangat berkurang. Bantuan kemanusiaan masuk dalam jumlah besar. Indonesia siap ikut serta," ujarnya.

Dalam forum tersebut, Prabowo hadir langsung saat perkenalan anggota Dewan Perdamaian Gaza dan turut menandatangani Piagam Dewan Perdamaian yang dipimpin Donald Trump.

Kehadiran Prabowo menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang terlibat aktif dalam inisiatif internasional penghentian konflik Gaza.

Prabowo mengajak seluruh pihak untuk terus memberikan dukungan nyata bagi rakyat Palestina.

"Siapa pun yang ingin perdamaian, yang ingin membantu rakyat Gaza dan Palestina, mari bersama," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri menjelaskan bahwa keikutsertaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian Gaza bertujuan mendorong penghentian kekerasan, perlindungan warga sipil, serta perluasan akses bantuan kemanusiaan.

Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl A Mulachela menyebut mekanisme Dewan Perdamaian bersifat sementara dan fokus pada stabilisasi kondisi di Gaza.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bahlil Lahadalia Kaji Pencabutan IUP PLTA Batang Toru Usai Banjir Bandang Sumatra
Bahlil: Saya Gagal Jadi Menteri Jika Masih Ada Desa Belum Dialiri Listrik
Prabowo Bakal Paparkan ‘Prabowonomics’ di Forum Ekonomi Dunia Davos
Izin Perhutanan Dicabut, Tapi 28 Perusahaan di Sumatera Tetap Berjalan? Ini Penjelasan Pemerintah
Bupati Simalungun Tegaskan Kabupaten sebagai Ujung Tombak Pelayanan Publik di Rakernas APKASI 2026
BI Serahkan Instore Dryer Bawang Merah di Karo, Bupati Antonius Ginting: Pascapanen Jadi Kunci Stabilitas Harga
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru