Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Dalam konteks ini, Nikah Fest dinilai relevan sebagai ruang edukasi dan pendampingan yang lebih ramah anak muda.
"Kita tidak bisa hanya menasihati, tetapi harus menghadirkan program yang menyentuh realitas mereka," ujar Nasaruddin.
Selain mendorong perkawinan, Menag juga menekankan pentingnya pembinaan keluarga.
Ia menyebut program bimbingan pranikah dan bimbingan perkawinan telah memberikan dampak positif, termasuk menekan praktik perkawinan anak secara signifikan.
Namun, ia mengingatkan bahwa kebijakan ini tidak semata bertujuan meningkatkan angka pernikahan. Fokus utama, kata dia, adalah memastikan kualitas keluarga yang terbentuk.
"Yang kita dorong bukan hanya menikah, tapi menikah dengan kesiapan mental, spiritual, dan sosial," ucapnya.
Karena itu, Nasaruddin meminta Ditjen Bimas Islam menjadikan penguatan keluarga sebagai ekosistem pembinaan berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Ia mendorong sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, Kantor Urusan Agama (KUA), hingga penyuluh agama.
Ia juga mengaitkan isu perkawinan dengan tantangan kemandirian umat di masa depan.
Menurutnya, keluarga yang kuat akan menjadi fondasi penting bagi penguatan ekonomi dan sosial masyarakat.
"Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam mengawal isu-isu fundamental umat. Karena itu, saya minta seluruh jajaran berani berinovasi dan peka membaca perubahan zaman," katanya.*
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.