BREAKING NEWS
Senin, 02 Februari 2026

Gus Yahya Dukung Indonesia Bergabung di Board of Peace Buatan Trump: Untuk Bantu Palestina

Dharma - Sabtu, 31 Januari 2026 14:28 WIB
Gus Yahya Dukung Indonesia Bergabung di Board of Peace Buatan Trump: Untuk Bantu Palestina
Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dalam Puncak Resepsi 100 Tahun Nahdlatul Ulama versi Masehi di Istora Senayan Jakarta, Sabtu (31/1/2026). (foto: tangkapan layar yt NU Online)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menyatakan dukungannya atas keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP), badan perdamaian internasional yang dibentuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Menurut Gus Yahya, langkah ini penting untuk membantu bangsa Palestina di tengah situasi Gaza pascakonflik.

"Karena ini baru muncul satu-satunya saat ini, sementara alternatif yang lain belum ada, kita berdasarkan visi Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tidak boleh tinggal diam. Tentu saja untuk kepentingan membantu Palestina, bukan untuk yang lain," kata Gus Yahya di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Baca Juga:

Gus Yahya menambahkan, PBNU tidak serta-merta menanggapi setiap isu internasional secara spontan, tetapi kali ini, partisipasi Indonesia dalam BoP dinilai sebagai satu-satunya jalur efektif untuk membantu Palestina.

"Pandangan saya mengenai Board of Peace terkait nilai-nilai bahwa kita harus terus membantu Palestina. Memang sebagian orang mungkin tidak setuju dengan sejumlah dimensi Dewan Perdamaian ini, tetapi saat ini belum ada alternatif platform internasional lain yang konkret," ujarnya.

Keikutsertaan Indonesia ditandai dengan penandatanganan Board of Peace Charter oleh Presiden Prabowo Subianto di Davos, Swiss, pada Kamis (22/1).

BoP bertugas mengawasi transisi, stabilisasi, rekonstruksi, dan rehabilitasi Gaza pascakonflik.

Menlu RI, Sugiono, menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam BoP adalah wujud langkah strategis dan konstruktif negara dalam mendukung kemerdekaan Palestina serta menyelesaikan konflik di Gaza.

"Board of Peace berfungsi mengawasi administrasi, stabilisasi keamanan, rekonstruksi, dan rehabilitasi Gaza secara bertahap. Badan ini juga memantau pemerintahan transisi di Palestina yang terdiri dari unsur teknokrat untuk fungsi administrasi," ujar Sugiono melalui akun Instagram resmi, Jumat (23/1).

Sugiono menambahkan, dalam waktu dekat perbatasan Rafah akan dibuka untuk jalur bantuan kemanusiaan, dan akan dibentuk International Stabilization Force untuk mendukung perdamaian di Gaza.

Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace sekaligus memperkuat diplomasi Indonesia di kancah internasional dan menegaskan konsistensi negara dalam isu perdamaian dunia, khususnya terkait Palestina.*


(d/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polemik 'New Gaza': Mengapa Indonesia Harus Gabung Board of Peace?
Perbedaan Pandangan PBNU dan MUI soal Dewan Perdamaian Gaza: Dukungan Strategis Indonesia vs Kritik Neokolonialisme
Kasus Kuota Haji 2024 Bergulir, Gus Yahya Memastikan PBNU Tak Terlibat dalam Penyelidikan KPK
Gus Yahya Bungkam soal Pemeriksaan Adik oleh KPK: “Saya Tak Ikut Campur, Silakan Diproses”
Presidensi Indonesia di Dewan HAM Di Tengah Krisis Timur Tengah
Purbaya Buka Suara soal Dana Rp16,7 T untuk Dewan Perdamaian AS: “Bisa dari APBN”
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru