Utang RI Tembus Rp10.293 Triliun, Menkeu: Masih Aman, Kalah dari Singapura
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai posisi utang pemerintah Indonesia masih berada dalam batas aman meski telah mencap
EKONOMI
JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, angkat suara terkait pemeriksaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap adiknya, mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024.
Gus Yahya menegaskan dirinya tidak akan mencampuri proses hukum yang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
Menurut Gus Yahya, hubungan keluarga tidak akan memengaruhi proses hukum yang tengah berjalan di lembaga antirasuah.Baca Juga:
Ia berharap agar penegakan hukum tersebut terjadi secara adil dan objektif tanpa campur tangan pihak manapun. "Silakan diproses seperti apa," ujarnya di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Jumat (30/1).
Insiden ini bermula dari penyelidikan KPK atas dugaan penyimpangan dalam pembagian kuota haji tambahan sebanyak 20.000 orang untuk penyelenggaraan ibadah haji tahun 2024.
Temuan penyidik menunjukkan pembagian kuota tambahan tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam UU No. 8/2019, di mana kuota khusus maksimum 8 persen dan sisanya untuk kuota reguler.
Namun realisasi pembagian justru hampir merata di angka 50:50, sehingga memicu dugaan praktik melawan hukum.
Dalam kasus ini, KPK telah menaikkan status perkara ke penyidikan dan menetapkan Yaqut Cholil Qoumas beserta mantan staf khususnya, Ishfah Abidal Aziz (Gus Alex), sebagai tersangka.
Selain itu, kerugian negara dari kasus ini ditaksir mencapai lebih dari Rp1 triliun dan penyidik juga tengah menelusuri aliran dana dan keterlibatan pihak-pihak lain terkait prosedur kuota haji.
Dalam pemeriksaan terbaru Jumat ini, Yaqut hadir di Gedung Merah Putih KPK dan memberikan kesaksian sebagai saksi bagi tersangka lainnya, Gus Alex, dalam penyidikan kasus tersebut.*
(in/dh)
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai posisi utang pemerintah Indonesia masih berada dalam batas aman meski telah mencap
EKONOMI
JAKARTA Tim kuasa hukum Febrie Adriansyah meminta kematian Sutrimo tidak dikaitkan secara dini dengan perkara hukum yang tengah dijalani
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kasus kematian Sutrimo, mantan Kepala Rumah Tangga (Karumga) eks Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, menjadi perhatian
NASIONAL
JAKARTA Polisi melakukan ekshumasi terhadap jasad Sutrimo yang disebut sebagai kepala rumah tangga (Karumga) eks Jampidsus Kejaksaan Agu
NASIONAL
JAKARTA Hakim tunggal praperadilan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Sulistyo Muhammad Dwi Putro, menegaskan proses persidangan pe
NASIONAL
BANDA ACEH Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar masih terlihat di sejumlah stasiun pengisian
EKONOMI
JAKARTA Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menyebut Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RIDPD RI (STSB) 2026 menjadi momentum p
NASIONAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (12/8/2026). Rupiah turun 16 poin a
EKONOMI
JAKARTA Komisi III DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap sejumlah calon Hakim Agung dan Hakim Ad H
NASIONAL
JAKARTA Tim kuasa hukum Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa mempertanyakan langkah Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang kembali melimpahkan pe
NASIONAL