Pigai: Jangan Percaya Lembaga Survei di Indonesia, Banyak yang Abal-Abal
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
JAKARTA – Ketua DPR RI, Puan Maharani, menegaskan bahwa negara tidak boleh lagi membiarkan anak-anak Indonesia kehilangan nyawa hanya karena tekanan ekonomi.
Pernyataan ini disampaikan Puan menanggapi kasus tragis seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang diduga bunuh diri karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis sekolah.
"Jangan sampai ada nyawa generasi muda Indonesia yang hilang lagi, hanya karena merasa tertekan karena tidak mampu membeli buku dan pulpen," ujar Puan, Rabu (4/2/2026).Baca Juga:
Puan menilai peristiwa tersebut merupakan tragedi yang memilukan sekaligus teguran keras bagi negara dalam memastikan kebutuhan dasar anak terpenuhi.
Menurutnya, kebijakan sekolah gratis saja tidak cukup.
Program pendidikan perlu didukung dengan bantuan buku, alat tulis, dan kebutuhan penunjang lain agar semua anak dapat belajar dengan layak.
"Program-program pendidikan, terutama beasiswa dan bantuan pendidikan, harus bisa mengatasi persoalan ini," kata Puan.
Ia juga menekankan pentingnya peran sekolah dalam mengenali kondisi sosial ekonomi peserta didik sehingga anak tidak merasa terbebani secara psikologis.
Selain pendidikan, Puan menyoroti persoalan kemiskinan struktural. Ia mendorong pemerintah untuk memperluas jangkauan program bantuan sosial hingga ke daerah-daerah.
"Kasus ini muncul karena kemiskinan. Negara harus menghilangkan akar masalah kemiskinan," tegasnya.
Puan menambahkan, kesehatan mental anak juga harus menjadi perhatian penting di sekolah.
Peristiwa di Ngada menjadi pengingat bahwa psikologi anak berpengaruh terhadap karakter dan keputusan mereka.
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengkritik lembaga survei di Indonesia yang menilai kinerja Kementerian HAM masih
NASIONAL
PEMATANGSIANTAR Seorang pengemudi mobil, Sapriadi (47), diamuk warga setelah diduga meninggalkan lokasi kecelakaan lalu lintas di Kota P
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Video Camat Lamba Leda Utara, Agustinus Supratman, yang terlihat emosional saat berdebat dengan petugas Badan Nasional P
PERISTIWA
SURABAYA Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengancam akan mengumumkan nama partai politi
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi kegiatan Transformasi HKBP yang digelar Huria Kristen Batak Protestan (HKBP
PEMERINTAHAN
DAIRI Polisi mengungkap alasan RS, 52 tahun, yang diduga menganiaya dua anak berinisial AGP, 7 tahun, dan AP, 6 tahun, di Kabupaten Dair
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meninjau kondisi ratusan warga korban angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota M
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara menjelaskan alasan AKP Fadlun Al Fitri tidak dijatuhi sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) meski t
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan Polri telah mengantongi sejumlah nama yang diduga terlibat dalam kebakaran huta
HUKUM DAN KRIMINAL
BATAM Badan Narkotika Nasional (BNN) RI mengungkap adanya keterkaitan antara kasus penyelundupan 2,6 ton sabu cair dan 1,3 ton ketamin d
HUKUM DAN KRIMINAL