Kasus ini menimpa YBS, siswa kelas IV yang tinggal bersama neneknya berusia 80 tahun di sebuah pondok.
Ia mengakhiri hidup dengan gantung diri di dahan pohon cengkih pada Kamis, 29 Januari 2026.
Keluarga YBS, yang tergolong miskin, menghadapi kesulitan ekonomi; ibunya, MGT (47), bekerja sebagai petani dan buruh serabutan, menafkahi lima anak.
"Pendidikan yang baik harus memberikan ruang nyaman bagi anak saat belajar, serta memperhatikan kondisi personal dan ekonomi siswa," pungkas Puan.
Kasus YBS menjadi alarm bagi pemerintah dan masyarakat untuk mengevaluasi sistem pendidikan nasional agar lebih ramah anak dan menyeluruh, serta memastikan tidak ada anak yang terbebani beban hidup sendirian.*