BREAKING NEWS
Sabtu, 14 Februari 2026

Kasus Siswa SD di NTT Akhiri Hidup, Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Cepat

Dharma - Rabu, 04 Februari 2026 22:36 WIB
Kasus Siswa SD di NTT Akhiri Hidup, Presiden Prabowo Instruksikan Penanganan Cepat
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus bunuh diri yang menimpa seorang siswa SD di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pras menegaskan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian serius terhadap kasus ini dan meminta penanganan cepat kepada pihak keluarga korban.

"Oleh karena itu, Bapak Presiden menaruh atensi dan melalui kami meminta koordinasi agar ke depan hal-hal seperti ini dapat diantisipasi. Kita perlu meningkatkan kepedulian sosial di setiap level," ujar Pras di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Baca Juga:

Pras menjelaskan pemerintah telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Sosial untuk memberikan dukungan bagi keluarga korban dan memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Pemerintah juga menunggu hasil pendalaman dari kepolisian terkait penyebab kematian siswa tersebut.

"Penjelasan resmi mengenai faktor pemicu sebaiknya disampaikan aparat penegak hukum agar tidak menimbulkan spekulasi di masyarakat," tambahnya.

Mensesneg menyoroti kondisi sosial-ekonomi NTT yang memiliki tingkat kemiskinan ekstrem tertinggi di Indonesia.

Pras menegaskan pemerintah terus bekerja keras untuk memastikan tidak ada warga yang berada di bawah garis kemiskinan.

"Jika memang ini dipicu oleh faktor kemiskinan, pemerintah mendorong intervensi cepat agar semua warga yang rentan bisa terlindungi. Kepala desa dan kepala dusun terus melakukan monitoring penerima manfaat program sosial agar tidak ada yang terlewat," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga mengajak Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikdasmen) untuk meningkatkan peran sekolah dalam edukasi dan perhatian terhadap kesehatan mental siswa.

Pras menekankan perlunya evaluasi menyeluruh agar kasus serupa tidak terjadi lagi.

"Semua upaya kita coba cari supaya kejadian seperti ini tidak terjadi kembali," pungkasnya.*

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Temui Eks Menlu dan Wamenlu Bahas Keikutsertaan Indonesia di Board of Peace Selama Tiga Jam, Ini Hasilnya
Gubernur Bali Dukung Maraton Prama Sanur Beach 2026, 4.500 Pelari dari 32 Negara Siap Berlomba
Ketua Dekranasda Kabupaten Asahan Hadiri Pembukaan INACRAFT 2026, Dorong UMKM Naik Kelas
Anak SD di Ngada Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, DPR: Tak Boleh Terulang, Seolah Negara Tak Hadir
KPK Sita Uang Rp1 Miliar dalam OTT, Dugaan Suap Restitusi Pajak di Banjarmasin Terungkap
Puan Maharani: Negara Tak Boleh Biarkan Anak Hilang Nyawa karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru